STAY HAPPY STAY HEALTHY

by - December 01, 2018

Sudah sebulan ini aku absen yoga, padahal kalau dipikir-pikir, jadwalnya cuma semingu sekali, dan deket rumah lagi. Wah beneran, ada saja alasan buat enggak dateng, mulai dari yang anak sakit lah, gantian aku yang sakit lah, sampai yang instruktur yoganya sendiri yang gantian meriang. Maka sebulan ini pun badanku agak ringkih dan layu. Terdengar berlebihan. Enggak apa-apa deh, aku ngerasain sendiri kok lama enggak yoga, hidupku pun hampa dan ada yang kurang.

Kenapa yoga? Karena yoga membuat asmaku lumayan berkurang. Kalau yang biasanya aku gampang sesak nafas dan ngos-ngos-an begitu ada kerjaan yang berat, nah ini enggak. Aku bisa terlatih atur nafas gitu. Dan nafasnya pun lewat hidung, pakai metode Inhale Exhale. Ada tekniknya tarik nafas panjang dan bikin tubuh jadi tenang. Lama-lama, nafasku plong dan asma enggak kumat-kumatan. Kabar gembira bukan?

Source: https://pixabay.com/en/yoga-exercise-fitness-woman-health-3053488/
Tapi tenang, absen yoga belum berarti aku absen olahraga lainnya. Loh loh, bisa ya yosa rutin olahraga. Ya bisa dong, kenapa enggak? Buat yang baru baca blogku, mungkin kalian perlu baca postinganku berikut ini:


Aku ceritain dulu ya. Tahun 2018 adalah tahun di mana aku sudah mulai mikirin kesehatan jangka panjang. Jangan tanya ah, waktu masih muda ngapain saja. Boro-boro inget kesehatan, asupan saja makan seenaknya, olah raga cuma seingetnya, dan yang paling parah, aku bisa begadang malah bangga. Palingan kalau lagi sakit, baru deh keingetan pentingnya menjaga kesehatan.

Kerjaanku dulu di lapangan menuntut buat banyak bergerak dan berkeringat, jomplang banget sama sekarang. Iya sih, di rumah enggak ada asisten rumah tangga dan kerjain segala macem bisa berdua. Tapi kan abis itu kerjanya di depan laptop doang. Kalau boleh ngeluh, punggung tuh sering kerasa panas loh!

Nah, itulah kenapa aku ngerasa pentingnya menjadi kesehatan. Selain umurku sekarang tambah tua, aku juga makin kerasa kalau asmaku sering tambah parah. Mana kalau sudah stress sampai dadanya nyeri, bener deh. Aduh, masa' hidup mau gini-gini doang kan. Makanya, enggak salah lagi, mulai awal tahun kemarin, sudah aku putuskan untuk hidup sehat kembali. Hidup sehat bisa dijalani dengan beberapa langkah, enggak bisa satu dua pola doang.

Lah, memangnya, apa saja sih langkah hidup sehat yang sudah aku jalani selama ini? Cieee pengen tahu ya, enggak usah lama-lama, ini dia step by stepnya!

1. Olahraga

I know, umur 30-an termasuk yang telat buat memulai hidup sehat kembali, tapi enggak apa-apa kan daripada terlambat. Aku mengubah pola hidup yang berantakan ke arah yang lebih baik. Sudah deh, pokoknya tiap ada kesempatan, aku gunakan buat berolahraga. 

Kegiatan ini justru awalnya bermula dari Suami. Sejak kecil, dia bilang memang suka sepak bola sih, jadi sudah umur segini, dia lanjutin kesenengannya main bola lagi. Di komplek sendiri, bapak-bapak memang pada maniak olah raga. Awalnya futsal, berlanjut badminton, ganti lagi volly, wes mbuh sekarang rutin apa lagi. Rasanya tiap minggu gonta-ganti jadwalnya. Ibu-ibu gimana? Ya enggak mau kalah dong. Sekarang sudah punya agenda rutin kegiatan senam tiap dua minggu sekali. Mantap. Ini nih yang namanya pertemanan sehat.

via GIPHY

Kalau aku absen yoga, aku masih punya back up olahraga lain, ya kayak senam ini. Ada lagi sih yang lain kayak jalan sehat dan squat. Tapi squat kadang bikin kakiku panas, mungkin salah teknik apa gimana aku juga enggak tahu. Lha wong enggak pakai instruktur kok, cuma modal nonton youtube  doang. Lagian, olahraga kan cocok-cocokan, kalau dirasa olahraga menyakitkan ya jangan dipaksa. Intinya, tubuh kita itu didesain untuk bergerak, jadi gerakin badan yang membuat kalian nyaman.

Aku usahain rutin olahraga 3 kali seminggu. Selang seling, antara senam, jalan kaki, renang, atau work out yang simple simple. Asal keringetan dulu, karena keringet itu sebenernya bagus, bisa membuang racun di tubuh. 

Goals tahun depan, rutin yoga serutin-rutinnya. Kalau misal kelasnya lagi tutup, aku bisa praktekkin di rumah. Berat biar deh, asal nafasku enggak tersengal-sengal lagi.

2. Minum Air Putih 2 Liter Per Hari

Jujur saja ya, tiap hari aku masih suka minum kopi sama teh. Asupan gula kadang membuatku lebih bertenaga. Bisa melek dan enggak klentrak klentruk. Ini aku rasain banget ketika aku masih nyusuin Alya. Jadi tiap hari gitu minum air putiiih terus, padahal kadang kangen juga loh minum teh sama kopi. Aku enggak dibolehin coba, dengan alasan enggak bagus buat bayi. Sedih deh, mana nyusunya Alya kenceng banget, aku sampai kurus kering deh enggak bohong. Asupanku kayak kurang dan aku gampang lemes.

Nah, setelah itu aku baca-baca, lupa artikelnya gimana, pokoknya di situ ditulis bahwa salah satu sumber energi berasal dari gula, ASAL DIGUNAKAN SEWAJARNYA, jangan terus seenaknya.

via GIPHY

Setelah itu aku nekat minum teh. Eh enak ya, sore-sore minum teh panas sambil makan cemilan. Lalu aku lihat Alya alergi enggak, ada respon perut kembung enggak. Dan ternyata enggak. Seneng dong. Karena biasanya, setelah minum teh anget, aku jadi lebih seger dan bertenaga lagi. Abis kejadian itu, aku sudah enggak ragu lagi buat minum teh atau kopi. Cuma ya tetep, takarannya kudu pas dan enggak boleh berlebihan. Selain itu, porsinya juga kudu lebih banyak air putih berkali-kali lipat. Istilahnya, boleh minum yang bergula, abis itu dilibas sama air putih sebanyak-banyaknya. Aku minum air putih 2 liter per hari, sudah enggak bisa ditawar lagi.

3. Asupan Gizi Seimbang

Sebenernya step ketiga ini cukup susah, mengingat aku memang doyan makan yang berbau micin dan identik sama yang enggak sehat. Kayak cilok, cilor, cireng, sosis, pizza, burger, wah wah berbau kolesterol kalau enggak dikontrol.

Cara menghindarinya gimana? O... ya tentu enggak bisa hahaha. Satu-satunya cara ya aku harus mengimbanginya dengan asupan lain. Misal pagi ini sarapan granola, siang makan sayur, dan buah, ya malam boleh lah sesekali makan steak. Lagian kalau disuruh membatasi enggak boleh makan ina inu, aku malah jadi stress. Makanan buatku bisa membuatku bahagia kok (ngeles).

via GIPHY

Tapi jangan khawatir, aku lebih banyak makan sehatnya kok sekarang ini. Lebih banyak sayuran hijau, buah yang enggak terlalu manis, serta menghindari gorengan. Coba lihat, pas tanggal tua, wah pola makanku sangat sangat seadanya hahaha.

4. Menghindari Begadangan

Termasuk goalku tahun 2018 juga walaupun baru berhasil bulan lalu. Didukung dengan kerjaan yang lagi enggak kejar tayang, jadi ini merupakan moment yang tepat. Gimana caranya? Kalau Alya tidur siang, aku hindari ikutan tertidur. Susah ya? Ya memang. Makanya, aku cukup bahagia dengan progress Alya yang bisa tidur sendirian. Aku enggak perlu susah-susah lagi ngelonin. Yang ada aku malah ikutan ngantuk, begitu dibangunin susah, dan malam malah jadi begadang.

via GIPHY

Intinya gini kok, aku misal mau minum kopi itu pagi. Siang aku banyak-banyakin ngurus kerjaan, dan malam tidurnya barengan Alya. Kalau lagi enggak ada acara, jam 9 lampu rumah sudah mati. 

5. Membuang Barang Yang Tidak Perlu

Baca juga: Ngomongin Koleksi

Hubungannya sama kebersihan rumah, kan kebersihan pangkal kesehatan. Jadi ya aku berusaha sebisa mungkin supaya rumah longgar, enggak dipenuhi aneka barang yang enggak perlu, dan enggak banyak debu. Beberapa koleksi boneka, selimut, pakaian, sepatu, sudah aku hibahkan sama yang lebih membutuhkan. Beberapa barang yang sudah tidak layak pakai, aku rela buang. Awalnya agak eman, mengingat banyak koleksi yang lucu-lucu, tapi ya balik lagi. Mikir buat apa sih nyimpen barang yang berjibun banyaknya. Satu dua oke lah, cuma lama-lama sering jatuhnya sayang buat buang semuanya loh. Bahkan bisa dapat 4 kardus sendiri tuh. Gimana coba.

Perlahan aku belajar ikhlas. Sudah deh, demi kesehatan, mana Alya ini super sensitif sama debu dan kotoran. Apa lagi yang bikin kita berpikir nyimpen barang yang uselesss dan cuma buat disimpen doang. Masih mending deh kalau dibaca, lha ini cuma dikerdusin doang.

Akhirnya, aku sama Suami pasrah. Berkardus-kardus barang dibuang sia-sia. Ketemu sama pengepul rongsok sih, biar lebih bermanfaat. Sudah enggak mikirin dijual dan bikin garage sale. Asal rumah longgar dan enggak pengap saja sudah paling istimewa.

via GIPHY

***
Menekuni pola hidup sehat memang butuh konsistensi tinggi. Ada kok saat di mana kadang aku malas buat olah raga, maunya makan yang enak-enak nan berlemak, sampai males beberes rumah. Ada! Tapi ya kemudian mikir lagi, memangnya sampai kapan sih mau leha-leha dan enggak tahu aturan. Wong aku sendiri sering ngasih Alya doktrin tentang kebaikan dan hidup yang sehat, masa' sendirinya malah mau enak sendiri. 

Dengan hidup sehat, secara enggak langsung bisa merangsang supaya mood kita happy. Emosi yang disalurkan ke olahraga jadinya bikin perasaan relaks Kalau tubuh sehat dan pikiran happy, otomatis pengaruhnya banyak ke kehidupan kita. Kerja jadi terasa lebih enteng, berteman lebih menyenangkan, dan enggak gampang panasan. Serius, efek baiknya banyak!

Jadi, aku sarankan, jika kalian ingin konsisten hidup sehat, maka lingkungan kalian juga kudu mendukung. Ini penting loh, supaya kita makin semangat dan enggak loyo. Iya sih dari dalam hati super penting, tapi beneran, orang-orang di sekitar kita juga termasuk pengaruh besar untuk kita bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Kalau kalian gimana? Sudah memulai hidup sehat belum? Share dong langkah-langkahnya :)

#BloggerPerempuan
#BPN30dayChallenge2018
#day 12

You May Also Like

1 komentar

  1. barang yang numpuk emang suka bawa penyakit yaa.. emang kalau udah banyak, harus tega untuk dibuang atau donasikan

    ReplyDelete