BATIK MAKE UP - COLLAB WITH BEAUTIESQUAD

by - February 20, 2019

Ha? Make up Batik? Apa enggak salah denger?

Itu pertanyaan spontan waktu pertama kali Beautiesquad ngasih tantangan dalam montly collabnya. Jujur saja, agak lama aku mikir: misal aku ikut, mau bikin look yang bagaimana? Tapi kalau enggak ikut, waduh, sayang juga, gini-gini aku cukup sering ikutan collabnya. Selain dapat teman baru, saling support, plus traffic blog juga naik. Beneran deh, beautiesquad secara enggak langsung ngelatih kedisiplinan dan gaya kepenulisan kita. Sebagai beauty blogger, seharusnya hal tersebut adalah penting.

Baiklah, enggak usah berlama-lama, bahas batik make up ini yuk!


Batik berasal dari kata jawa, yakni: amba dan tik, yang berarti menulis titik. Kesenian ini berupa teknik resist menggambar ke kain dengan menggunakan material lilin. Teknik membatik konon sudah digunakan sejak seribu tahun yang lalu dan sering dijumpai diperadaban kuno seperti Cina maupun Mesir. Hanya saja, medium untuk menorehkan batik di setiap negara berbeda. Ada yang memakai bubur kanji, bubur nasi yang dikeringkan, serta lilin. Nah, yang menggunakan lilin ini termasuk bangsa Sumeria, atau sekarang disebut Irak Selatan. Maka, enggak heran jika asal muasal batik Indonesia diduga datang dari bangsa Sumaria.

Zaman makin berkembang, begitu juga dengan metode pembuatan batik itu sendiri. Mulai dari canting, cap, cetak, hingga printing. Bahkan ada juga batik lukis yang dibuat memakai kuas Bung. Dan semua definisi tersebut, tetap dinamakan batik, asal semua hasil menggambar disebuah kain.

Sedikit cerita nih, dulu waktu KKN, aku pernah belajar batik dari teman satu grup. Aku belajar menggunakan canting dan bikin motif di kain putih. Enggak gampang sumpah. Padahal kain yang dikasih itu termasuk ukuran kecil. Rencananya mau aku kasih ke orang tua sebagai buah tangan, karena KKN selama 2 bulan tersebut aku jauh dari rumah. Nah, pengennya pulang-pulang ngasih kado gitu. Eh, ternyata hasilnya jelek. Ya wes, bubar jalan. 

Ohiya, aku di sana juga belajar teknik kain ikat celup bernama tie dye. Yang ini agak sembarang milih warna tapi hasilnya banyak yang bagus-bagus, wow. Nah, teknik tie dye juga sering dipadupadankan dengan batik loh. Cuma aku enggak telaten dan gambarku enggak rapi. Sedih sih, kenapa aku dulu enggak memanfaatkan situasi ya. Ada kesempatan belajar dilewatkan. 


Nyambung ke make up collab ini, sekarang bagaimana dengan membatik di wajah? 

Well, kembali ke arti kata batik tadi ya. Jangankan menulis titik di wajah, membayangkan motif batik saja kadang sudah mau nyerah kok. Mau lurik? Mau mega mendung? Mau sidoluhur? Rasanya berat deh, serius. Jadi ketimbang bingung, lebih baik aku akalin saja: gimana caranya gambar di wajah asal ada nuansa 'batik'nya. Nuansa yang gimana? Ya dari motif serta warnanya.


Sebelum aku kasih detail gimana step by stepnya, aku kasih list produk yang aku pakai dulu ya. Ini dia:

FACE
Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence
Baby Skin Pore Eraser Maybelline
Make Over Ultra Liquid Foundation (shade nude silk)
Wardah Luminous Two Way Cake (shade natural)
Pond's Magic Powder BB

EYEBROW
Fanbo Eyebrow Pencil (shade brown)
mix with
PAC colour festival eyeshadow (ambil warna turquoise)

CHEEKS
Vaseline Repairing Jelly
Focallure Trio Blusher & Highlighter Palette Original

EYES
PAC colour festival eyeshadow (shade blushing sky)
Inez eyeshadow (shade vienna)
Inez eyeshadow (shade venice)
Madame Gie Silhouette Eyeliner Pencil (shade bling silver)
Maybelline Magnum Volume Express
Wardah EyeXpert Optimum Hi-Black
Sulamit Twinkle Twin Faux Eyelashes

LIP
Vaseline Repairing Jelly
Fanbo ultra satin lipstick (shade 01 Prom Queen)
Mix with
Inez eyeshadow (ambil shade gold)


Oke, sekarang aku kasih tahu bagaimana cara bikinnya. Tarik nafas, buang. Sesungguhnya, aku bikin-hapus-bikin-hapus-bikin-tambahin-bikin-tambahin-ilangin yang itu-tarik sana-tarik sini, hingga akhirnya menjadi sebuah mahakarya batik wajah yosa irfiana. Ea.

Awalnya sempet bikin motif kotak sederhana, tapi kok malah kayak halloween dalam kearifan lokal. Terus bikin motif bunga parang, jatuhnya kayak ratu sanca. Ganti bikin sulur tumbuh-tumbuhan, ini mau perang apa gimana. 

Lalu aku ambil kain lilitku dan punya ide yang cukup simple. Bikin bunga dan sulur di kedua sisi, kemudian diwarnai nuansa gold, dan turquoise, mirip seperti kainnya.  


Aku juga menambahkan warna-warna gold di bagian atas pipi, dan di bibir biar agak beda. Hasil akhirnya bikin aku cukup berpuas diri kok. Eh, berpuas diri apa capek sih hahaha. 

FYI, make up ini enggak akan sempurna tanpa fotografi dan lighting yang pas. Aku pakai 2 lighting sekaligus karena aku enggak punya ringlight. Waktu pemotretan, cuaca lagi hujan deres dan enggak memungkinkan aku foto di golden hour. But, aku memang enggak mau menunda-nunda lagi harus ikutan di detik-detik terakhir kirim foto.


Menurut kalian gimana? Bagus atau malu-maluin ya hehe. Tapi kalau kalian enggak sreg sama look aku kali ini, coba deh lihat punya si Magdalena Bhe.


Atau bisa juga lihat make up temen-temen yang lain di kolase berikut ini:


Dari tadi panjang banget ya ternyata blogpostnya, wk. Tenang, kita sudah dipenghujung acara. Buat temen-temen yang lain yang pengen ikutan montly collab seperti ini, bisa banget join ke Beautiesquad ya. Saling support sesama beauty blogger, karena tiada kesan tanpa kehadiranmu. Apeu!

You May Also Like

0 komentar