// API callback
related_results_labels_thumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902"},"updated":{"$t":"2023-12-10T06:28:04.416+07:00"},"category":[{"term":"BEAUTY"},{"term":"LIFE"},{"term":"PARENTING"},{"term":"BABBLING"},{"term":"LIFE \u0026 HOBBIES"},{"term":"REVIEW"},{"term":"HOBBIES"},{"term":"BPN 30 Day Blog Challenge"},{"term":"BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2021"},{"term":"FREELANCERS THE SERIES"},{"term":"FAMILY"},{"term":"KOMIKIBU"},{"term":"KULINER"},{"term":"ANALOG CAMERA"},{"term":"BEAUTIESQUAD"},{"term":"BODYSHOP"},{"term":"Documentary film"},{"term":"FILM DOKUMENTER"},{"term":"FREELANCER"},{"term":"INEZCOSMETICS"},{"term":"SKINCARE"},{"term":"V10PLUS"},{"term":"VIVACOSMETICS"},{"term":"WORK"}],"title":{"type":"text","$t":"YOSA IRFIANA"},"subtitle":{"type":"html","$t":"A LIFESTYLE BLOGGER"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/-\/HOBBIES?alt=json-in-script\u0026max-results=6"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/search\/label\/HOBBIES"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/-\/HOBBIES\/-\/HOBBIES?alt=json-in-script\u0026start-index=7\u0026max-results=6"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"31"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"6"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-6898574249638851315"},"published":{"$t":"2020-04-16T09:57:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2020-04-17T11:56:28.409+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"GALAXY MAKEUP COLLAB WITH BEAUTIESQUAD"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ci\u003EHolla gurls, back again with me Yosa\u003C\/i\u003E, dalam acara makeup-makeup-an! \u003Ci\u003EOpening\u003C\/i\u003E-nya garing enggak apa-apa ya, maklum sudah lama enggak makeup + ngisi blog + ikutan collab sama komunitas kesayangan: Beautiesquad. Wow cukup nyebelin. Monggo kalau mau timpuk, tapi pakai uang transferan, \u003Ci\u003Eplease\u003C\/i\u003E. Wk.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBulan april ini \u003Ca href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beautiesquad\/\" target=\"_blank\"\u003EBeautiesquad\u003C\/a\u003E bikin collab bertema Galaxy Makeup. Aku sudah tertarik sama tema ini dan bayangannya sudah macem-macem mau bikin ala bintang-bintang bertebaran. Permasalahannya cuma satu: aku enggak punya eyeshadow gonjreng dan galaxy-galaxy-an. Ada sih warna-warna pink dan ungu, tapi cenderung matte dan enggak banyak glitternya. Selain itu, aku muter otak juga, karena walaupun aku WFH di saat pandemi seperti ini, di rumah ternyata enggak kalah rempong. Anak di rumah seharian, kudu nemenin terus, dan kerjaan juga harus kelar. Nah loh! Mau gimana coba?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1600\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BIxy_ycFlPQ\/XpRf5wkgHRI\/AAAAAAAAFMg\/-FZx94nQRB85iXv5TOOMrE5HUDn9KdO7QCLcBGAsYHQ\/s640\/GALAXY-YOSAIRFIANA1.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSebelum aku kasih detail gimana cara makeupnya, aku mau cerita dulu soal zodiak ya. Zodiakku sendiri adalah taurus, yang konon tipikal orang setia, bisa diandalkan, murah hati, lembut, penyayang, sabar, mandiri, bersahabat, tapi emosional, materialistis, keras kepala kayak banteng!\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKesemuanya hampir benar. Tapi ada beberapa hal yang bisa lentur banget, terutama soal materialistis dan emosi. Dalam hal emosional, jujur aku enggak tipikal orang yang lembut. Banyak yang bilang aku malah judes dan tegas. Mungkin kalau mau dibilang lembut, lembut itu ada di-hanya 10 persen hidupku selama ini. Lembut kalau aku pas sakit, lembut kalau aku pas ngelihat orang kesusahan, lembut pas ngelihat anakku butuh pelukan. Ya pokoknya lihat sikon lah, enggak yang bisa jadi patokan setiap saat.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nLain soal emosional, dulu pas belum punya anak, aku cukup parah enggak bisa nahan ego-ku. Tiap ada masalah yang aku ngerasa enggak bener, waduw, bawaannya ngegas. Ngegas begitu karena, aku tipe yang harus langsung diselesaikan ketimbang berlarut-larut. Misalpun sudah kelar, ya sudah, aku akan lupa.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTerus soal materialistis. Kalau dalam hal kerjaan, ya jelas aku lihat tujuannya. Kalau buat gerakan \u003Ci\u003Eindependent\u003C\/i\u003E, oke lah enggak dibayar pun aku ikhlas karena fokusnya ke belajar bareng. Ya tapi kalau untuk kerjaan yang berhubungan dengan industri, waduuuh, harus jelas harganya say (Nanti deh, aku tulis sendiri dalam label Freelancer The Series, lol).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBenang merah dari semuanya ini adalah, menyikapi zodiak dan ramalan bintang, jujur aku cuma ambil yang bagus-bagus saja haha. Enggak, maksudku begini, ini tuh cuma buat\u003Ci\u003E basic \u003C\/i\u003Ekita mengenali diri kita sendiri. Gimana sifat asli dari lahir, yang nantinya bisa kita improvisasi sendiri ketika kita menemukan masalah. Soalnya, aku kebanyakan kerja tim. Jadi kalau misal aku ngandelin zodiakku yang katanya keras kepala, ya apa jadinya. Ada sisi aku harus bisa mendengarkan, sisi aku harus menerima, harus legowo, dan enggak menang sendiri. Nah, yang seperti ini nih yang enggak usah dirumitin pakai zodiak.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAku paling enggak suka orang-orang yang reseh lalu pakai alibi \"karena zodiak-ku ini, jadinya begini\". Heh jaenab, kamu kalau reseh ya reseh saja, enggak usah bawa-bawa zodiak. Itu artinya kamu tidak menyadari kesalahan dan cenderung menyalahkan hal lain yang bikin kamu aman. Gitu saja kok repot.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMakanya, aku jarang banget nyangkut pautin zodiak sama 100% kehidupanku. Karena apa? Karena justru aku percaya diri, bisa \u003Ci\u003Esurvive,\u003C\/i\u003E bisa berubah ke arah yang lebih baik, dan \u003Ci\u003Ewelcome \u003C\/i\u003Esama kritikan. \u003Ci\u003EThis is me\u003C\/i\u003E Yosa Irfiana, yang kalian kenal apa adanya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-V1lpq2pIKY4\/XpRf_69k5xI\/AAAAAAAAFMo\/9nD1VaRdt4I3fxVGEGTWABw4T_yi2QyxwCLcBGAsYHQ\/s640\/YOSAGALAXY2.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBeralih ke soal Galaxy Makeup-nya ya. Aku memanfaatkan beberapa makeup andalan yang ada di rumah. Situasi seperti ini aku jadi malas belanja ke luar dan beli yang seperlunya saja. Toh aku jarang dandan ke luar juga. Eyeshadowku masih banyak yang enggak kepakai, mau aku apain, malah nanti kadaluarsa semua.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBuat yang penisirin, ini aku bocorin produknya ya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EFACE\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nAvoskin Hydrating Treatment Essence\u003Cbr \/\u003E\nPixy Beauty Skin Primer\u003Cbr \/\u003E\nPurbasari BB Cream (Honey Beige)\u003Cbr \/\u003E\nFocallure Big Cover Concealer (Warm Ivory)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\nPurbasari Oil Matte Two Way Cake\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EEYEBROW\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\nJust Miss Eyebrow (shade Brown)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb style=\"font-family: inherit; margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EEYES TO CHEEKS\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\nPAC Eyeshadow Pallete Festival\u003Cbr \/\u003E\nMadame Gie Silhouette Eyeliner (Silver)\u003Cbr \/\u003E\nMaybelline Magnum Volume Express\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EWardah EyeXpert Optimum Hi-Black\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EFocallure Trio Blusher \u0026amp; Highlighter Palette Original\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EBulu mata palsu\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr style=\"margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003ELIP\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\nLoreal Rouge Signature (Shade I Rule)\u003Cbr \/\u003E\nPixy Tint Me (Shade On Pink)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-apuEFCWu56s\/XpRgBCeouBI\/AAAAAAAAFMs\/SBtCa1-UQagVCCK5nwzMYt5RLs2wZ4uwwCLcBGAsYHQ\/s640\/YOSAGALAXY3.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAwalnya, aku bingung mau bikin \u003Ci\u003Elooks\u003C\/i\u003E yang kayak gimana. Terus aku mikir mau bikin perpaduan antara warna pink dan ungu. Aku langsung ambil warna pink gonjreng buat kelopak mata, yang digeser pelan ke arah pipi bagian pinggir. Habis itu, aku ambil warna ungu buat ngisi ke bagian tengah. Ngerasa masih kurang, lalu aku tembusin ke bagian hidung, berikut ambil warna pink lagi buat bagian luarnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSampai di sini, sempet\u003Ci\u003E stuck\u003C\/i\u003E dan ngelihat \"lha kok malah kayak lebam-lebam sih\" LOL. Lalu aku tambahkan warna turquoise di bagian bawah mata, biar lebih festive gitu. Nah, baru aku bikin riasan mata yang lebih tajem dengan menambahkan bulu mata cetar dan eyeliner yang tebel sekalian dibentuk di bagian pinggir mata sebelah hidung.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-B7THCufVlws\/XpRgHf8lxsI\/AAAAAAAAFMw\/sJ-lmFYAQ7sZNsdnSMXL4HZFuFH1QwtxgCLcBGAsYHQ\/s640\/YOSAGALAXY4.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKarena kurang \u003Ci\u003Eglittery,\u003C\/i\u003E aku bubuhkan highlighter banyak-banyak di bagian pipi. Lalu di kelopak dikit-dikit, tapi entah kenapa ini di foto kok malah enggak kelihatan. Mungkin kurang lighting, oh temen-temen produksi tolongin aku nge-set \u003Ci\u003Eplease.\u003C\/i\u003E T.T\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelahnya, aku gambar bintang-bintang itu pakai eyeshadow warna putih, yang aku ambil pakai brush kecil runcing. Kurang nyala sih sebenernya, kalau punya \u003Ci\u003Eface painting\u003C\/i\u003E, pasti akan lebih nampol.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BJM4tC8902o\/XpRgHX1Px7I\/AAAAAAAAFM0\/3U45i9u4Bvkp_VDrKzhAM0pNsOyYE3JfgCLcBGAsYHQ\/s640\/YOSAGALAXY5.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeseluruhan dari \u003Ci\u003Elooks\u003C\/i\u003E ini, aku suka banget. Biar lebih cakep, pengennya rambut aku bikin cepol dua sisi, tapi kok wajahku kurang cocok. Jadi ya, aku iket separuh di tengah saja. \u003Ci\u003ESo,\u003C\/i\u003E seperti ini hasilnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-plBQI3exaDw\/XpRf-hWNo4I\/AAAAAAAAFMk\/FvjLCB6QHdQftiBnpDzZHPQ1pYtjN-icACLcBGAsYHQ\/s640\/YOSAGALAXY.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nWalaupun aku sudah ngerasa wow aku bangga sama looks ini, tapi ternyata.... peserta yang lain enggak kalah cakep dan pada all out semua. Kraaaay!!! Salah satunya \u003Ca href=\"https:\/\/ikadevita.wordpress.com\/2020\/04\/16\/zodiac-hmmm\/\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003EIka Devita\u0026nbsp;\u003C\/a\u003Eberikut ini. Penasaran dia bikin apa, gih langsung ke blognya ya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-wP2fjEpxnY8\/XpfGqWGbHDI\/AAAAAAAAFNM\/lT7_58JPnlcMpMLQMe-xA4zApzyIcjXvQCLcBGAsYHQ\/s640\/%2540IKADEVITA.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTerus ini hasil collab seluruh peserta. Aduuuh ampun suhu-suhu. Aku harus banyak belajar lagi. Seneng rasanya bisa jadi satu frame sama mereka yang sudah keren-keren sejak lama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-4niJOfJoj6M\/XpfGtRRR7bI\/AAAAAAAAFNU\/9gOQQaYH1uMqttxBTZF4JAMwHWfQzlGmwCLcBGAsYHQ\/s640\/BANNER%2B1.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Txg8ZTBxoa0\/XpfGtIhxWfI\/AAAAAAAAFNQ\/hbsOkbgGMMw9xotQO08L9FT4ilklr4Y5ACLcBGAsYHQ\/s640\/BANNER%2B2.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIkutan collab seperti ini buatku seperti mengusir rasa bosan. Mainan makeup, fota foto, pilih yang bagus, dan kenalan sama beauty blogger se-Indonesia..yah walaupun masih via online, tapi aku ngerasa jauh lebih baik ketimbang stress terus-terusan. Lumayan lah, disela-sela pekerjaan, aku bisa \u003Ci\u003Edoing my hobby \u003C\/i\u003Edan\u0026nbsp;kurang-kurangin baca berita yang bikin puyeng. Apalagi, dandan kayak gini berguna buat ngelatih skill makeup-ku yang sudah lama kaku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKalau kalian bingung juga mau ngapain di rumah dan mager wae, coba deh ikutan collab! Salah satu komunitas beauty blogger yang rajin ngadain collab tiap bulan, ya Beautiesquad. Selalu pantengin media sosialnya ya, karena pasti ada info menarik dan seru yang bisa kita lakukan walaupun di rumah saja.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSee ya di makeup collab selanjutnya!\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/6898574249638851315\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2020\/04\/galaxy-makeup-collab-with-beautiesquad.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/6898574249638851315"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/6898574249638851315"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2020\/04\/galaxy-makeup-collab-with-beautiesquad.html","title":"GALAXY MAKEUP COLLAB WITH BEAUTIESQUAD"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BIxy_ycFlPQ\/XpRf5wkgHRI\/AAAAAAAAFMg\/-FZx94nQRB85iXv5TOOMrE5HUDn9KdO7QCLcBGAsYHQ\/s72-c\/GALAXY-YOSAIRFIANA1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-2091769220319018267"},"published":{"$t":"2019-05-05T17:50:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2019-05-05T17:50:39.430+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"YUK KE SILANCUR, MANGLI MAGELANG"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBaru keingetan, tiap menjelang ramadan, Mama pasti ngajakin wisata bareng yang deket-deket. Mungkin maksudnya, mumpung belum puasa, puas-puasin jalan seharian, sekalian kulineran. Tahun lalu, kami sama-sama ke\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ehighland\u003C\/i\u003E, tepatnya di daerah Tempuran, Magelang. Tapi sayangnya masih dibangun dan belum representatif, jadi mau aku tulis sebagai konten blog juga nanggung.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNah, kemarin tuh, bertepatan dengan adekku pulang, memang niat mau jalan-jalan keliling Magelang. Awalnya kami mau ke Ketep Pass, cuma ya kok sudah sering kesana. Terus adekku yang terakhir\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ebrowsing\u003C\/i\u003E dan nemu wisata \u003Cb\u003EMangli, Silancur, yang berada di daerah Kaliangkrik, Magelang.\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSeperti biasa, enggak pakai kebanyakan komplain dan ngotot-ngototan mau kemana, kami mah hayuk saja!\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-luKtZkP5E7A\/XM5vReQzRVI\/AAAAAAAAEhg\/LRZ6gRr-I88E1n664ZRn6E6rvP7GcONMQCLcBGAs\/s640\/MANGLI.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSeperti yang kita tahu, sudah lama Magelang menjadi daya tarik wisata, baik wisatawan domestik maupun asing. Apalagi kalau keingetan film AADC 2 yang mengambil lokasi Gereja Ayam. Wah rasanya sekarang makin tumplek blek orang-orang berpiknik ria ke Borobudur dan sekitarnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPadahal FYI saja, wisata di Magelang itu buanyak banget. Dari yang wisata budaya, wisata alam, sampai wisata kuliner. Contohnya ya di daerah Mangli ini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMangli sendiri adalah nama salah satu desa di Kaliangkrik, yang berada di kaki Gunung Sumbing. Kalau dari Magelang, kira-kira bisa ditempuh dalam jarak waktu 40 menit normal. Aku kemarin lewat Gedung Bakorwil, lalu ambil jalan ke arah Bandongan. Naik terus, sampai Kaliangkrik, baru ke arah Mangli.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKendaraan umum rasanya cuma sampai di Pasar Kaliangkrik deh, dan setahuku, orang-orang sini misal mau lanjut ke tempat tujuan, pakainya ojek. Makanya, kalau kalian mau ke sini, paling rekomendasi ya pakai kendaraan pribadi, atau sewa.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1200\" height=\"640\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-tgOygAOJX2g\/XM5vdhx4LRI\/AAAAAAAAEho\/BJynhMxH0eIOgVhyu6l-JZxLYppLlIHMACLcBGAs\/s640\/MANGLI2.jpg\" width=\"480\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelah menyusuri jalan kecil, berkelok, nanjak, plus setiran adekku yang bombastis bikin sakit perut, akhirnya kami sampai juga. Beneran deh, besok kalau kalian ke sini, paling enggak pastikan sopir nyetirnya enak. Penting soalnya, ketimbang mabuk darat ya kan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKami tiba jam 10 an. Begitu turun dari mobil, kabut tebal dan anginnya kencang, mana Alya nih malah ngeyel enggak mau dipakein celana panjang. \u003Ci\u003EMeanwhile\u003C\/i\u003E, sempet mikir, gimana mau foto-foto ya kalau warnanya abu-abu semua? Tapi untungnya, ketika memasuki Silancur, kabutnya sempet hilang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMobil kami parkir di sebuah tempat, yang kayaknya ke depannya bakal jadi rumah makan. Untuk ke Silancur, kami diharuskan turun, melewati jalan setapak berbatu. Kalau kalian bawa motor, jalanan masih bisa dilalui, tapi awas ya, karena kelihatannya licin. Aku sempet lihat beberapa perempuan yang pakai motor ke sini hampir terjatuh, mungkin saking susahnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nUntuk jalan kaki sendiri, enggak terlalu jauh kok. Cuma sekitar 100 meter saja. Cuma ya naik turun. Bonus di kanan kiri jalan ada perkebunan labu kombucha, daun bawang, dan sawi. Wih, asik kan!\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ILkFi0u13dE\/XM5vd6qNqJI\/AAAAAAAAEhs\/jpngR2npPM4GQazlVyR_5wEZMjwFr3Y1wCLcBGAs\/s640\/MANGLI3.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSampai di pondok rumah makan, kita wajib\u0026nbsp;\u003Cb\u003Ebayar Rp 5000 per orang\u003C\/b\u003E. Termasuk murah lho! Di situ bisa pesan makanan standart tempat wisata, kayak kopi sachet, teh, dan mie instan. Terus enaknya lagi, kopi bisa dianter sampai atas! Cucok buat orang yang narsismenya enggak ketulungan kayak aku haha.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, Suamiku nyelutuk ke tukang jualnya \"Mas, ada kopi asli enggak di sini?\" Maklumlah, dia memang pecinta kopi. Enggak mempan kalau kopi sachetan. Dijawab sama Masnya gini \"Nanti mas, setelah lebaran baru dateng\"\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWow ternyata juga ada kopi tubruk yang bisa kita nikmati. Mungkin kopinya asli pegunungan sini kali ya (sotoy).\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GfZAUct9wjk\/XM5vdRNkR-I\/AAAAAAAAEhk\/KopIrX4EyDob49huH2Gtl9OQt0ltWkZcQCLcBGAs\/s640\/MANGLI5.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelah pesen kopi, kami lalu naik atas, lewat anak tangga. Mamaku yang berumur hampir 60 tahun masih sanggup sih naik tanpa ngos-ngosan. Alya pun sama. Naik sendiri tanpa digandeng. Jadi kesimpulannya, jalan naik ke atas, masih cincay buat kita-kita.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-v2duC9lPIzI\/XM5vuaMLOnI\/AAAAAAAAEiA\/A3iBnRYM494X6kOiUyuV9h1DSLzq4qJaQCLcBGAs\/s640\/MANGLI6.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSampai di atas, takjub banget, karena pemandangannya baguuus! Kota Magelang terlihat jelas. Apalagi kalau kabutnya enggak tebel. Pantesan, \u003Cb\u003Eorang-orang pada nyari Sunrise.\u003C\/b\u003E Pastinya kalau pagi bakal kelihatan lebih cakep.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nEnggak usah capek-capek subuh buta ke sini, karena Silancur menyediakan \u003Ci\u003Ehomestay\u003C\/i\u003E dan area \u003Ci\u003Ecamping\u003C\/i\u003E buat kalian yang pengen ngelihat \u003Ci\u003Esunrise. \u003C\/i\u003ETapi monmaap, aku lupa tanya rate per malamnya hehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-rFNS2KY_UIU\/XM5vqUkv97I\/AAAAAAAAEhw\/QkDmFaGpXE0UsqKcjOPSGQFMHqTmwl1sgCLcBGAs\/s640\/MANGLI7.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nYang jadi perhatian ketika aku di sini, terletak pada kamar mandinya. Gimana ya, selama aku menjelajah wisata alam, aku jarang menemukan kamar mandi yang bersih. Nah, di Silancur beda banget! Kamar mandinya ada 4 \u003Ci\u003Ewhich is \u003C\/i\u003Eini termasuk banyak ya ketimbang wisata lain, \u003Cb\u003Eterus bersih\u0026nbsp; dan wangi pula! \u003C\/b\u003EBonus, air yang dingin, sedingin udaranya. \u003Ci\u003ELove!\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-l1SOIc2s19E\/XM5vsOuA5vI\/AAAAAAAAEh0\/NhLXMzHELUU3lSWWMEC_TAQA8X99bEMIQCLcBGAs\/s640\/MANGLI8.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAku enggak bisa berlama-lama di atas, karena tiba-tiba Alya ngak ngek minta makan. Mana \u003Ci\u003Esnack \u003C\/i\u003Edi mobil semua. Hadeh, mau bolak-balik kok capek. Ya sudah, kami turun ke warung saja bertiga. Mama sama adek-adek masih di atas, foto-fotoan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-OaphsUxu5Kw\/XM5v6ovl9eI\/AAAAAAAAEiM\/jQC4iyf6IIoT3vr_hlECqNeBBumGRRKrwCLcBGAs\/s640\/MANGLI9.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAku pesen indomie telur rebus, buat ganjel doang sih. Eh ternyata bener, baru beberapa suap, anaknya sudah ngantuk. Yo wes, sambil posisi dipangku gitu, anaknya langsung tidur, enggak pakai lama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, karena pas ke sana tuh kemarin hari jum'at, jadi yang cowok-cowok musti sholat jamaah. Orang-orang di sini baik semua. Kami dipinjemin motor buat ke masjid, yang letaknya ada di kampung bawah. Sekitar 3 menitan lah, deket kok. Cuma kalau jalan ya gempor.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWaktu aku nungguin Suami dan adekku jumatan, aku sempet ngobrol sebentar sama Mbaknya yang jaga warung. Silancur ini dikelola oleh perorangan. Sebuah keluarga gitu. Karena melihat kawasannya bagus dan berpotensi, lalu dikembangkan sebagai tempat wisata. Dan herannya, \u003Cb\u003ESilancur sudah ada sejak 2017\u003C\/b\u003E an lalu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHayoloh, aku kemana saja ya kan?\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-yvAMKU43g6Q\/XM5v6_-SwbI\/AAAAAAAAEiQ\/NTouj7lmUK8t9fAz65lEAVpotoqU57yMwCLcBGAs\/s640\/MANGLI10.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKami nunggu sekitar 1 jam, lumayan buat waktu tidurnya Alya juga. Terus disela-sela nunggu, Mama pesen rerumputan dong sama orang sini. Tanamannya memang bagus-bagus, tinggal pilih ke orangnya, langsung dicariin. Mama kasih uang Rp 20.000 kalau enggak salah, dan itu sudah dapet buanyak!\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMisal kalian pengen kombucha, daun bawang, atau tanaman lain, coba deh, jangan malu buat bertanya dan pesan ke orang sini. Karena pasti dicariin, dan harganya jauh lebih murah.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-QlkbEb1i_vE\/XM5v6OzGhpI\/AAAAAAAAEiI\/XxNZtbW9RW4RwbHsov1Ghx3noytcL1PjgCLcBGAs\/s640\/MANGLI4.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAku cuma bisa ambil foto beberapa spot yang menurutku unik. Masih ada sebenernya kayak bunga-bunga, dan spot lain yang ciamik. Cuma sayangnya, aku rempong euy. Mana kami masih harus cus jalan ke wisata selanjutnya. Jadi ya, mohon maaf, cuma ini yang bisa aku abadikan. Enggak apa-apa ya wkwk.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"864\" data-original-width=\"1152\" height=\"480\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rFNqhEXbZsI\/XM5v7vzesxI\/AAAAAAAAEiU\/06hmCjW4_u0boBzAZBC9O5it35LaS0MjQCLcBGAs\/s640\/MANGLI12.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBuat kalian yang tertarik ke sini, bisa lihat m\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003Eapnya \u003C\/span\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/z3Qsa3Wvq6C15ZgD9\" style=\"text-align: justify;\" target=\"_blank\"\u003Edi sini.\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;Sudah GPS \u003Ci\u003Efriendly,\u003C\/i\u003E walaupun sinyal muter-muter kadang ada kadang enggak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSebagai saran, misal kalian mau ke sini, jangan lupa bawa jaket dan cari waktu yang pas, kayak pagi sekalian, atau pas sore sekalian. Enggak perlu takut, jalan desa sudah bagus. Kanan kiri juga kampung, bukan yang sepi-sepi amat lah.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTerus kalau bawa anak kecil, usahakan sudah dipakein celana panjang dari rumah. Alya sih sudah terbiasa dingin, tapi kemarin dia lari-larian di tangga terus jatuh dan lebam. Hiks, nyesel kenapa enggak dipakein legging kayak biasanya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBawa orang tua juga bisa. Asal masih kuat jalan lho ya. Kalau enggak, cukup tunggu di tempat parkir tadi, yang aku bilang, bakalan jadi rumah makan itu. Di sana pemandangannya juga lumayan bagus kalau cuma buat\u003Ci\u003E refreshing.\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMmm apa lagi ya? Ya sudah buruan rencanain ke Silancur, tunggu apa lagi?\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/2091769220319018267\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/05\/mangli-silancur-magelang.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/2091769220319018267"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/2091769220319018267"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/05\/mangli-silancur-magelang.html","title":"YUK KE SILANCUR, MANGLI MAGELANG"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-luKtZkP5E7A\/XM5vReQzRVI\/AAAAAAAAEhg\/LRZ6gRr-I88E1n664ZRn6E6rvP7GcONMQCLcBGAs\/s72-c\/MANGLI.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-4428350553864081983"},"published":{"$t":"2019-01-20T06:07:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2019-02-02T20:49:31.530+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"BEAUTY"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"CORAL MAKE UP COLLAB WITH BEAUTIESQUAD"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBarang kali ada yang masih bingung sama warna coral? Memangnya warna coral itu warna yang gimana sih?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOke aku jelasin dikit ya. Warna coral merupakan hasil dari warna orange dicampur dengan sedikit warna pink, yang hasilnya menjadi orange ke pink-pink-an. Warna coral sebenernya adalah representasi warna karang laut (coral) dan resmi ditetapkan sebagai warna pada tahun 1513.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWarna coral punya bangsanya sendiri, jadi warnanya pun bermacem-macem. Ada coral pink, coral red, coral light, sampai coral dark. Di tahun 2019 ini, warna yang ditetapkan sebagai \u003Ci\u003Ecolor of the year\u003C\/i\u003E-nya adalah Living Coral.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNah loh, bingung enggak sampai ubun-ubun?!\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"640\" data-original-width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-g8eZOW_RpRY\/XDmu2MGCekI\/AAAAAAAAEE4\/KIQeDUSog3Mgw_UOXlxe5oq7RFfYkNaZQCLcBGAs\/s640\/BANNER.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKalau dalam dunia desain, cincay lah nentuin warna dengan kode pantone. Atau milih cat tembok, rasa-rasanya jauh lebih gampang dan banyak varian ketika kita pengen warna coral.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTapi, bagaimana dengan \u003Ci\u003Emake up\u003C\/i\u003E? Duh mak, mau nyerah tapi kadung menerima tantangan, hahaha.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6InbMv7oh1w\/XEGdIypOxcI\/AAAAAAAAELU\/_T__qsQlH_gmNXAzvYccW61Zbl40tTm3ACLcBGAs\/s640\/CORAL3%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EJujur saja, aku sempet kebingungan sama warna coral. Baik koleksi lipstick maupun eyeshadow, semua enggak ada warna coral-coralnya. Ya seeenggaknya yang mendekati lah, ini beneran enggak ada. Padahal kalau dipikir-pikir, warna ini cakep juga ya. Mungkin aku terbiasa \u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"text-align: justify;\"\u003Edefault make up\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E itu-itu saja, pol mentok \u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"text-align: justify;\"\u003Esmokey eyes\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E, jadi ya enggak banyak koleksi warna aneh-aneh.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nMaka aku putuskan beli satu lipstick yang menurutku cukup merepresentasikan Living Coral. Lipstick apakah itu?\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EMizzu Valipcious Velvet Matte Shade Glee! Tenang, aku enggak dalam keadaan terpaksa kok beli lipstick ini, karena pas dipakai uwaaaw aku langsung syuka!\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBaiklah, seperti biasa, dengan alat yang seadanya -dan aku bisanya cuma\u0026nbsp;\u003Ci\u003Emake up simple, anyway-\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Eaku bikin saja\u0026nbsp;\u003Ci\u003Elook\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Eala-ala korea.\u0026nbsp;\u003Ci\u003EMake up\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;sederhana,\u0026nbsp;\u003Ci\u003Eflawless\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Edengan nuansa coral.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBagaimana prosesnya, mari kita simak bareng-bareng.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-zO2kK_tV5CY\/XEGdfo6tQeI\/AAAAAAAAELc\/D6LM9dzEUdgPdapnPR77FYCRFl5VXmY1ACLcBGAs\/s640\/CORAL5%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPertama, aku kondisikan dulu kulit wajah bersih dan minim komedo, ini penting bowk, karena buat menghasilkan \u003Ci\u003Emake up flawless \u003C\/i\u003Eitu cukup susah. Aku \u003Ci\u003Eexfoliating \u003C\/i\u003Ewajah dulu supaya tekstur kulit lebih licin. Setelah ritual bersih-bersih wajah, baru deh pakein PHTE-nya Avoskin.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPHTE Avoskin kerap kali jadi \u003Ci\u003Ebased make up,\u003C\/i\u003E tapi kali ini aku tetep tambahin\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EBaby Skin Pore Eraser Maybelline ke seluruh wajah. Aku cocok pakai si Baby Skin karena bikin pori kulit kelihatan mengecil. Asal tidak di zoom loh ya hahaha.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003ESetelah itu baru deh aku pakai\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EMake Over Ultra Liquid Foundation. Aku pilih yang liquid, soalnya aku enggak suka tampilan \u003Ci\u003Ematte.\u003C\/i\u003E Gimana ya, dempul banget dan sumuk gitu. Kalau berkeringat bisa \u003Ci\u003Ecrack\u003C\/i\u003E huhuhu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2GsYmgR2IPc\/XEGdnqETIyI\/AAAAAAAAELg\/GHkwQoTvt2wD2ZyP6JmQ0LhjyG5_IICwwCLcBGAs\/s640\/CORAL6%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003ESebenernya sampai sini kondisi wajah sudah lumayan kok. Sudah bisa menghasilkan tampilan flawless apalagi buat kalian yang punya kondisi kulit normal dan enggak jerawatan kayak aku. Cuma karena ada beberapa bagian yang terlihat berminyak, jadinya aku tap tap pakai\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EFanbo Acne Loose Powder.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003ELangkah selanjutnya adalah menghias alis -seperti biasa- dengan Viva! Aku enggak tebel-tebel makenya. Cukup dipulas sekali dua kali, terus diarsir pakai brus. Kalau biasanya aku alisnya \u003Ci\u003Eon fleek\u003C\/i\u003E, kini kalem saja, sudah paling bener. Wk.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003ENah, giliran mata nih. Biar agak glossy, aku olesin dulu\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EVaseline Repairing Jelly. Baru a\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003Eku pulaskan\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EMizzu Valipcious Velvet Matte shade Glee ke seluruh kelopak mata. Ratain saja sampai bawah alis. Terus pulaskan juga sebagai blush on di bawah mata seperti kamu sedang bikin igari \u003Ci\u003Emake up.\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1185\" data-original-width=\"1600\" height=\"472\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-K4ZORiKuQz8\/XEGdugB9o5I\/AAAAAAAAELk\/12oKZHoGBvQP-a1kE43zaML-IBj4QEnkQCLcBGAs\/s640\/CORAL4%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKarena aku ngerasa kurang di bagian mata, maka aku tambahkan Wardah EyeXpert Optimum Hi-Black dan pakai bulu mata palsunya\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003ESulamit Twinkle Twin Faux Eyelashes.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTerakhir bagian bibir. Aku pakai\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EVaseline Repairing Jelly plus diolesin\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EMizzu Valipcious Velvet Matte shade Glee ini, karena Mizzu teksturnya matte, sedangkan aku pengen agak \u003Ci\u003Eglossy. \u003C\/i\u003ETerus ternyata hasilnya enggak secoral yang aku bayangkan. Mungkin karena pengaruh bibirku yang gelap kali ya. Nah, aku tambahin\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EBrun Brun Paris Lip Cheek Eye Color - Seduce tipis-tipis aja. Kemudian, di\u003Ci\u003Eblend and, voila!\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EHasilnya lumayan kok, warna coralnya jadi lebih menyala dan enggak terlalu \u003Ci\u003Edoff.\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: center;\"\u003EAwalnya aku ngerasa, wah mau jadi apa ini prok prok prok. Tapi setelah aku madep mantep enggak banyak cing cong buat\u0026nbsp;\u003Ci\u003Emake up\u003C\/i\u003E an sendiri, eeeh ternyata hasilnya leh uga ya kak! Mungkin diantara kalian yang samaan? Mau \u003Ci\u003Emake up \u003C\/i\u003Ean tapi banyakan mikir? Habis kebanyakan mikir, terus malah asal poles sana poles sini? Sini toss dulu kita. Biar nanti ada grupnya hahaha.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, aku rekap saja ya aku pakai apa saja. Ini dia diantaranya:\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1204\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5nsWYPhO-Zg\/XEGd2fnLmeI\/AAAAAAAAELs\/vAVA2IHYBeYql34E8g5wTmlHglmchI94QCLcBGAs\/s640\/CORAL7%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EFACE\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nAvoskin Perfect Hydrating Treatment Essence\u003Cbr \/\u003E\nBaby Skin Pore Eraser Maybelline\u003Cbr \/\u003E\nMake Over Ultra Liquid Foundation (shade nude silk)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\nFanbo Acne Loose Powder (shade transcluent)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EEYEBROW\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\nViva Eyebrow Pencil Dark Brown\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003ECHEEKS\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\nVaseline Repairing Jelly\u003Cbr \/\u003E\nMizzu Valipcious Velvet Matte – Glee\u003Cbr \/\u003E\nFocallure Trio Blusher \u0026amp; Highlighter Palette Original\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb style=\"font-family: inherit; margin: 0px; padding: 0px;\"\u003EEYES\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nVaseline Repairing Jelly\u003Cbr \/\u003E\nMizzu Valipcious Velvet Matte – Glee\u003Cbr \/\u003E\nMaybelline Magnum Volume Express\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EWardah EyeXpert Optimum Hi-Black\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\nSulamit Twinkle Twin Faux Eyelashes\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr style=\"margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"\u003ELIP\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding: 0px; text-align: center;\"\u003E\nVaseline Repairing Jelly\u003Cbr \/\u003E\nMizzu Valipcious Velvet Matte – Glee\u003Cbr \/\u003E\nBrun Brun Paris Lip Cheek Eye Color - Seduce\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-XCu4qpB0p68\/XEGd935JrAI\/AAAAAAAAELw\/BmiY1ttf1AEqfzNzy7qSTNSbBqn-Z-X9wCLcBGAs\/s640\/CORAL2%2B%25282%2529.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ci\u003ESurprisingly,\u003C\/i\u003E wajahku yang galak kelihatan lebih anteng dan kalem (ngareep). Aku suka nih tampilan seger kayak gini. Dibikin demam tapi masih kelihatan \u003Ci\u003Esoft\u003C\/i\u003Enya. Besok-besok pasti jadi andalan ngalahin \u003Ci\u003Esmokey eyes \u003C\/i\u003Ehahaha.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKalian pengen inspirasi coral make up lainnya? Coba deh, kepo-in si \u003Ca href=\"https:\/\/ekaaprilianadewi.blogspot.com\/2019\/01\/coral-make-up-collaboration.html\"\u003EEka Apriliana Dewi\u003C\/a\u003E. \u003Ci\u003EBold Look\u003C\/i\u003Enya\u0026nbsp;cakep bener, aku enggak kepikiran bikin kayak dia hehehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1394\" data-original-width=\"1394\" height=\"640\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-o644xsC9Zn8\/XEGU9xKfeeI\/AAAAAAAAEKs\/gA_RZq6PxsIGBFJd4oT81TL7eRLvd7elACLcBGAs\/s640\/EKAAPRILIANADEWI.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, namanya juga \u003Ci\u003Ecollab\u003C\/i\u003E, jadi pesertanya juga banyak. Ini dia mereka.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1600\" height=\"640\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-nLebfOqoH_A\/XEGVS5srsRI\/AAAAAAAAEK0\/RFyPsD8l2VoAyNCM6MtfnL8Rv2WZSONTwCLcBGAs\/s640\/1-BANNER.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1600\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-L-j9xCGOMgw\/XEGVUt1BP0I\/AAAAAAAAEK4\/JyTWOVQyYhgE6No_-ZrS4wQH4mUPBYs4gCLcBGAs\/s640\/2-BANNER.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1600\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-nRb2zAf6lfA\/XEGVUxIeE9I\/AAAAAAAAEK8\/9iGF1wCZxpwHI5_RGpV1C92PxzOT35j1wCLcBGAs\/s640\/3-BANNER.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nAdakah kalian di sana? Atau belum pernah gabung sama sekali? Nah, kalau kalian tertarik, coba deh gabung sama make up collabnya \u003Ca href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beautiesquad\/?hl=en\"\u003EBeautiesquad,\u003C\/a\u003E yang diadakan rutin tiap bulan. Enggak rugi, serius. Yang ada kalian malah bakal bisa ngembangin \u003Ci\u003Eskill make up\u003C\/i\u003E, tambah temen, dan belajar disipilin bikin postingan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSudah ya, segitu dulu. Sampai jumpa di collab selanjutnya. Aku tunggu ya!\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/4428350553864081983\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/coral-make-up-collab-with-beautiesquad.html#comment-form","title":"10 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/4428350553864081983"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/4428350553864081983"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/coral-make-up-collab-with-beautiesquad.html","title":"CORAL MAKE UP COLLAB WITH BEAUTIESQUAD"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-g8eZOW_RpRY\/XDmu2MGCekI\/AAAAAAAAEE4\/KIQeDUSog3Mgw_UOXlxe5oq7RFfYkNaZQCLcBGAs\/s72-c\/BANNER.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"10"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-2695923721616313376"},"published":{"$t":"2019-01-15T14:41:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2019-11-01T17:21:00.229+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"DIENG HARI TERAKHIR"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHari terakhir di Desa Sembungan, rasanya keburu lekas pulang karena.... kami enggak mandi selama 2 hari hahaha. Jadi bener-bener pengen pulang terus lekas luluran gitu. Soalnya di Dieng ini, paling banter cuma gosok gigi, cuci muka, tangan dan kaki. Pakai \u003Ci\u003Eskincare\u003C\/i\u003E mah bablas akibat malas. Terus\u0026nbsp; buat bebersih diri, biar afdol, gosok-gosokkin badan pakai tissue basah. Selebihnya, ganti baju daleman. Sudah.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSebelum kami pulang, kami sempetin berburu oleh-oleh dulu. Beberapa teman yang tahu nitip macem-macem, mulai dari carica, teh, sampai apa deh makanan khas Dieng. Nah, kebetulan kemarin kami lihat ada cabe khas Dieng yang namanya cabe bendot. Harganya Rp 10.000 per kilogram. Sayangnya cuma beli satu kilo doang. Habis\u003Ci\u003E update story\u003C\/i\u003E, eh yang nitip jadi banyak. Ya sudah kami langsung bilang ke Mas Bukhori dan langsung dicariin dong!\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTernyata Dian Yogi sama Mas Bukhori itu lama karena titipan kami, padahal kami sudah siap \u003Ci\u003Epacking\u003C\/i\u003E buat langsung pulang. Dan begitu sampai rumah, Mas Bukhori sama Dian Yogi datang bawa karung coba, KARUNG! Dia bawa 10 kilogram cabe yang habis dipetik langsung. Gimana enggak kaget ya. Belum lagi dia bawa carica, teh, sama terong belanda. Wah jadi enak nih hahaha. Makasih ya yogi yaaaa...\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-PSdR8-ZT3Q0\/XD1bg7MSDGI\/AAAAAAAAEIE\/EIHJKf2CZ2o4NPM39NnSzjMC10QcEf4SgCLcBGAs\/s640\/sikunir28.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelah siap-siap dan pamitan sama keluarga Mas Bukhori, kami angkat semua barang ke mobil. Banyak juga loh, sampai bagasi penuh, hingga beberapa barang terpaksa taruh di tengah. Mas Bukhori bilang, sebaiknya kami enggak langsung pulang dulu, karena ada beberapa obyek wisata bagus yang harus didatengin, salah satunya adalah Kawah Sikidang.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKalau dari Desa Sembungan, arah ke Kawah Sikidang melalui obyek wisata Telaga Warna. Tahun baru kemarin tuh, agak macet di area sini. Kami skip ke Telaga Warna karena kami pernah ke sana, terus obyeknya juga terlalu \u003Ci\u003Emainstream\u003C\/i\u003E, plus di sini juga tampak ramai. Sudah deh, mending langsung ke Kawah Sikidang saja.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1067\" height=\"640\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-EHlaiUvLPvY\/XD1btV3xvtI\/AAAAAAAAEIM\/J68AhmColRQS_K-4-zuJGK-1mwD2mDIywCLcBGAs\/s640\/sikunir27.jpg\" width=\"426\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSampai di Kawah Sikidang, cuaca masih gerimis. Dan mendadak, ketika kami hampir sampai di kawahnya, hujannya breees sampai kami harus mlipir ke warung di sekitarnya. Lumayan mengisi perut sih, makan kentang, popmie, sama sagon mesis. Ini enak loh sagonnya enggak bohong. Kentangnya juga yang gedhe-gedhe gitu. Hasil panen warga Dieng.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelah hujan agak reda, kami langsung menuju kawahnya. Jalanan becek plus bau belerang langsung terasa menyengat. Beruntung Alya sudah kami belikan masker di parkiran tadi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSeperti biasa, Alya digendong dipundak biar cepet dan enggak banyak petingkah. Habisnya, kadang dia lari padahal kondisi jalanan terjal dan licin. Mana aku salah kostum pula, aku pakainya sandal, enggak sepatu. Sepatu aku taruh di mobil, dan ketika baru nyadar, malas balik ke parkiran hahaha.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-SIKKq4r69AU\/XD1boFaX-kI\/AAAAAAAAEII\/IGemYHuHXL0e2iqLxr9N1w_IsrSK3JbUACLcBGAs\/s640\/sikunir29.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ci\u003EPoint\u003C\/i\u003E yang harus kamu perhatikan di sini adalah, jangan sekali-kali pakai sandal jepit. Punyaku sandal rumahan pula, yang enggak anti selip. Wah ya lumayan berjuang buat naik ke sana. Sesekali aku terpeleset, sesekali pula aku mau nabrak orang. Asli malu, tapi ditahan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1067\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2IzE47jkspY\/XD1l3kuOFfI\/AAAAAAAAEIs\/K0NazuDKrJ8I2EvUETmcjS8PrDcRuhfFwCLcBGAs\/s640\/kawahsikidang.jpg\" width=\"426\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMama juga pakai sandal terus sih sebenernya. Pas ke Sikunir kemarin itu juga parah, pakai sandal juga. Padahal sudah aku wanti-wanti pakai sepatu biar nyaman. Tapi Mama ngeyel karena sandalnya enak, enggak yang gampang licin kayak punyaku. Yo wes lah manut, yang penting Mama seneng.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya lupa, yang aku\u003Ci\u003E\u0026nbsp;notice\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Edi Kawah Sikidang, ada beberapa penjual serbuk belerang yang digunakan untuk kesehatan. Seperti mengobati penyakit kulit, jerawat, dan gatal-gatal. Aku pikir serbuk ini dipakai buat maskeran atau luluran, ternyata bukan hehehe. Cara pakainya gini, larutkan serbuk belerang di air mandi, lalu pakai kayak biasa. Air belerang kan memang dikenal bagus dan bermanfaat. Harganya seplastik gitu sekitar Rp 30.000 an.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/--1H0Iv1OQhg\/XD1l-cfkcRI\/AAAAAAAAEIw\/_f1mmeSFl_A4Hybvtxw4qrKyr9hvIbl2QCLcBGAs\/s640\/kawahsikidang2.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSekitar satu jam menghabiskan waktu di Sikidang, Mas Bukhori ngajakin pindah tempat. Tapi lagi-lagi hujan. Kalau enggak hujan, Mas Bukhori bilang mau ngajakin ke Candi, aku enggak tahu nih, yang dimaksud candi apa. Soalnya banyak banget candi di sana. Dan sayangnya kami belum bisa mampir.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKami pikir langsung diajakin pulang Magelang, ternyata masih ada satu tempat yang katanya harus banget ke sana. Tepatnya di pemandian air hangat dekat Kawah Sikidang. Mon maaf ya, lupa namanya. Yang aku inget, Desa ini sudah masuk wilayah Banjarnegara. Nah, di dekat situ ada pemandian air hangat juga namanya, D'Qiano.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNamun buat masuk ke pemandian ini masih lurus terus dan masuk ke jalanan desa. Sekali lagi, jalanan desa hanya bisa dilalui satu mobil. Papasan dikit, mobil ganteng-gantengan. Untung Mas Bukhori expert, begitu papasan mobil, langsung selepet bisa ambil posisi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nEnggak beberapa lama kemudian, sekitar seperempat jam dari D'Qiano tibalah di pemandian ini. Bayarnya cuma sekitar Rp 5.000. Pemandian cowok sama cewek dibedain, dan nuansanya desa banget. Aku pribadi, lebih suka yang model jadul kayak gini, lebih \u003Ci\u003Eprivate \u003C\/i\u003Esaja rasanya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-bQNj8uj1jvg\/XD1bzsO_j-I\/AAAAAAAAEIQ\/iHnnNXHpl70rPB8yail70b1-BnTDeaMZgCLcBGAs\/s640\/sikunir30.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAlya langsung ngacir ke kolam wanita dan Mama ternyata sudah duluan nyebur. Aku yang awalnya enggak mau mandi, karena lupa bawa baju pendek, langsung dibilangin Dian Yogi \"nanti kamu nyesel loh enggak nyebur\" Terus ditimpalin Mama \"sudah, pakai atasannya Mama saja, kan panjang\"\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDan benar saja, ketika aku masuk kolam, beuuugh rasanya rontok nih daki dan capek-capeknya. Pantes, Alya dan Kanaya girang enggak mau mentas.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAir belerang ini aslinya panas banget. Jadi, air tersebut sudah dicampur air dingin biar enggak panas-panas amat. Beneran deh, 2 hari enggak mandi terasa dirapel setengah jam doang. Aku sempet-sempetin berendam lama dan gosok-gosok badan. Alya enggak kalah heboh pokoknya. Kalau enggak aku warning sudah sore, mungkin enggak mau udahan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNgerasa cukup segar, kami lalu mlipir makan sate, warungnya tepat di samping kolam. Satenya enak cuy, murah pula. Pas banget buat memenuhi rasa lapar kami. Ada sih menu yang lain kayak soto dan mie ayam, sayangnya habis tinggal sate doang. Ya sudah, sate saja sudah enak kok hehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSelesai makan, kami langsung pulang. Lewat Dieng dan balik lewatin Desa Tambi lagi, namun kali ini nuansa berbeda karena hari belum terlalu petang. Perjalanan pulang rasanya lebih cepat. Menyisakan pengalaman yang belum pernah kami tuai sebelumnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBaik aku, Suami, Alya, maupun Mama akhirnya pulang dengan berbahagia. 3 hari di Desa Sembungan membuat kami akrab karena intens ngobrol dan membuat kami makin mengerti satu sama lain. Kami baru sadar, selama kami di Sembungan, kami enggak nonton TV. Paling banter buka media sosial itupun kalau ada sinyal. Bagi kami, pengalaman seperti ini sungguh \u003Ci\u003Erefreshing \u003C\/i\u003Eyang sebenarnya. Bebas dari segala macam kerjaan dan dekat dengan keluarga seutuhnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNah, buat kalian yang pengen menikmati Desa Sembungan selama beberapa hari, silahkan kontak langsung ke Dian Yogi di nomor\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"background-color: white; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb\u003E081318921214.\u003C\/b\u003E Mau yang paketan terjangkau sampai yang mewah semua ada.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; text-align: left;\"\u003ENanti kalian bisa\u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"background-color: white; text-align: left;\"\u003E\u0026nbsp;request\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; text-align: left;\"\u003Ejuga mau ke obyek mana saja.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: inherit; text-align: left;\"\u003ETinggal kondisikan sama\u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"background-color: white; font-family: inherit; text-align: left;\"\u003E budget. \u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: inherit; text-align: left;\"\u003EEnggak perlu khawatir, pokoknya, jaminan \u003Ci\u003Etour \u003C\/i\u003Ebakalan asik dan seru.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: inherit; text-align: left;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\n\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: inherit; text-align: left;\"\u003EDi sini aku juga mau ngucapin terimakasih sama\u0026nbsp;\u003C\/span\u003EMas Bukhori, Dian Yogi, Kanaya, Mas Tama, Mas Afnan, serta keluarga besar di Sembungan. Kapan-kapan kita berjumpa lagi ya!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2019 lebih banyak \u003Ci\u003Etravelling\u003C\/i\u003E oh yeah!\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/2695923721616313376\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/dieng-hari-terakhir.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/2695923721616313376"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/2695923721616313376"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/dieng-hari-terakhir.html","title":"DIENG HARI TERAKHIR"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-PSdR8-ZT3Q0\/XD1bg7MSDGI\/AAAAAAAAEIE\/EIHJKf2CZ2o4NPM39NnSzjMC10QcEf4SgCLcBGAs\/s72-c\/sikunir28.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-3750375581245441699"},"published":{"$t":"2019-01-14T08:17:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2019-02-08T13:55:15.271+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"3 HARI DI DESA SEMBUNGAN DIENG (PART 2)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKarena kami enggak punya rencana sendiri dan memegang prinsip \"manut penak\", maka 3 hari di Desa Sembungan, terasa lebih banyak golar golernya. Plus namanya juga ini dalam rangka main ke rumah temen lama, yang kebetulan rumahnya kok di area wisata, yo wes cucok. Acara enggak ngapa-ngapain pun tetep berasa liburannya. Seenggaknya bagi kami yang merindukan piknik akibat sibuk kerja dan hanya di rumah doang.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-IbqRlkcFofI\/XDyVydBcx3I\/AAAAAAAAEF4\/EtOT84NzIjULq0LwLK_1c_DJQqXegfiwgCLcBGAs\/s640\/sikunir18.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ci\u003EWell\u003C\/i\u003E, liburan ini sebetulnya baru kerasa di hari kedua. Tapi memang, sejak pagi kami habiskan hampir setengah hari di Sikunir. Dari mulai mendaki sejak subuh, cari sarapan, beli kaus tangan, beli topi, dan foto-fotoan sampai keki. Enggak tahu ya, rasanya kok ada saja\u003Ci\u003E spot\u003C\/i\u003E buat foto yang bagus. Bahkan sampai di danau pun kami sempetin foto tepatnya di tenda-tenda yang sudah terpasang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, kalau kalian nginep sini, banyak loh pilihannya. Mau nginep di rumah penduduk, cari \u003Ci\u003Ehomestay,\u003C\/i\u003E atau bikin tenda di tepi Telaga Cebongan? Semua bisa kamu sesuaikan sama\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ebudget\u003C\/i\u003E serta kondisi. Kalau kami sendiri enggak mungkin kan pasang tenda, mana ngajak Alya sama Mama. Lihat Alya dan Mama bisa tidur nyenyak saja, sudah agak lega kok.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSalah satu alasan kenapa kami nginep di rumah Dian Yogi adalah karena waktu tahun baru, kamar di \u003Ci\u003Ehomestay\u003C\/i\u003E enggak ada yang kosong blas! Semua penuh. Bahkan waktu malam tahun baru sampai ada yang bener-bener mau ngemper saking enggak dapat tempatnya. Untung sih, ada temen, coba kalau enggak.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-JPEMsr4DeVo\/XDyV5xo7uhI\/AAAAAAAAEF8\/OtRe6t9kqo0IZFov4hsFzQSYZRieGJbtACLcBGAs\/s640\/sikunir19.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nRasanya tepat memutuskan tidak naik ke Sikunir pas malam tahun baru. Gimana enggak, waktu kami turun, pengunjung makin banyak. Aku lihat kebanyakan masih muda sih, paling kalau bawa anak cuma satu dua. Satu dua yang nekat kayak kami tentunya. Hehehe.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTapi sebenernya enggak apa-apa banget loh ngajakin anak mengenal wisata alam. Apalagi kalau memang suka sama alam. Kalau aku pribadi nih ya, disamping biar imun Alya terlatih dingin, juga pengen nantinya Alya punya banyak wawasan. Ya contohnya saja, ketika Alya lihat Kanaya. Serius, dia seneng banget dan Kanaya bikin Alya berpikir luas \"eh ternyata ada anak kecil yang bisa mendaki gunung juga ya\" atau \"wow ternyata anak lain banyak yang lebih pintar dan lincah ya\" Hahaha.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nEnggak bermaksud membandingkan, hanya saja, menurutku efeknya jadi baik buat Alya. Gara-gara Kanaya, Alya lebih bisa menghargai dan bersyukur atas apa yang dia capai selama ini. Selama di Dieng, Alya enggak rewelan tuh, nangis saja masih kelihatan sopan, enggak kayak waktu di rumah. Aku sendiri juga kaget kok.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1067\" height=\"640\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-3wo8RfH98wc\/XDyV-8fdyhI\/AAAAAAAAEGA\/K1dOTUI1z1YIJbElb9JXlXoHQs7hbkmzACLcBGAs\/s640\/sikunir20.jpg\" width=\"426\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nBerkunjung ke Sikunir, enggak lengkap tanpa ke Telaga Cebongan. Tempatnya ada di area parkir doang kok, enggak jauh-jauh. Sayangnya, sekarang \u003Ci\u003Eflying fox \u003C\/i\u003Esama perahunya sedang dalam perbaikan dan vakum. Padahal lumayan pengen juga naik\u003Ci\u003E flying fox \u003C\/i\u003Eterus nyebrang danau. Asik gitu hehehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-aPQeqanLCK0\/XD1effU84VI\/AAAAAAAAEIg\/1i6ohgFWn4MNc_21TU3Bb0LWaALOb4IhQCLcBGAs\/s640\/telaga%2Bcebongan.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nSepulang dari Sikunir, kami sampai rumah jam 11-an. Bisa ditebak habis itu ngapain? Ya tidur lah, sudah paling bener. Habisnya capek plus dingin. Mau umbah-umbah, mau buka laptop, atau mau jalan-jalan lagi serasa enggak mungkin. Tenaga kami kayak sudah habis gitu di atas, sampai rumah langsung selonjoran sama minum Teh Tambi. Setelah itu baru tidur siang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nDi sini aku juga baru tahu, warga Desa Sembungan, kalau pagi langsung ke sawah. Nanti siang gitu pulang buat istirahat, makan, dan sholat. Lalu balik lagi ke sawah ketika sore dan bener-bener baru pulang rumah jam 4-an. Makanya, jangan heran kalau adzan di sini menyesuaikan para petani sepulang dari sawah. Dhuhur bisa jam 1 an, sedangkan ashar jam 4 an. Kalian bisa sesuaikan sholat sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan lewat aplikasi, atau nunggu adzan dari mushola terdekat dan ikutan jam mereka sholat.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nBeberapa warga kalau siang kadang menyempatkan diri tidur siang. Mungkin juga saking dinginnya dan kerasa lebih capek kali ya. Aku enggak bohong deh, waktu itu suhunya sampai 15 derajat, disertai gerimis yang bikin kabut justru makin tebal. Kata Mas Bukhori sih, kalau hujannya deres sekalian malah enggak kabut, awan jadi bersih dan pemandangannya makin terang. Nah, kalau gerimis kayak gini nih, mau banyakin motret juga sedih. Nanti malah dikira\u0026nbsp;\u003Ci\u003Eflogging\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;besar-besaran dan enggak dipercaya kami motret sampai Dieng kan berabe. Hehehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-G2yJvpwzJI8\/XDyYUnB9rxI\/AAAAAAAAEGU\/wsnlXQz1Db0UKBHWTAWTmzkk4Q3ZNw4jgCLcBGAs\/s640\/sikunir21.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTapi, kebanyakan tidur di sini bikin badan encok sih. Penyebabnya antara dua, satu karena tulangku yang sensitif, atau dua, karena enggak nyenyak tidur gara-gara meringkuk kedinginan bikin badan ketekuk sepanjang malam. Yang jelas, badan lebih enakan diajak bergerak karena secara enggak sadar bikin kita beradaptasi sama lingkungan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemi menggerakkan badan supaya enggak cuma meringkuk kedinginan, aku kadang jalan santai cari makan, cari \u003Ci\u003Esnack,\u003C\/i\u003E pokoknya jalan entah kemana. Enggak perlu takut kesasar, wong ruas jalannya satu itu saja kok. Terus sayangnya di Desa Sembungan belum ada toko besar yang menyediakan aneka macam snack dan roti. Ada sih toko kelontong kecil, maka barang yang dijual pun enggak terlalu banyak pilihannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-Kgi2aZT1QmM\/XDybSUcGzKI\/AAAAAAAAEHM\/W8ZDCahjXoUIkeeYMKwpKgMnev6W_n3AgCLcBGAs\/s640\/sikunir24.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSatu tips harap dicatat, kalau mau nginep lama di Desa Sembungan dan mager kemana-mana, mendingan kalian siapkan makanan sejak dari kota. \u003Ci\u003ETrust me\u003C\/i\u003E, hawa dingin bikin kalian kelaperan terus.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOkay, sekarang kita ngomongin wisata lain selain Bukit Sikunir yuk, yakni Air terjun Sikarim yang bisa ditempuh sekitar 10 menitan naik motor. Hanya saja, jalanan ke Air Terjun masih diperbaiki supaya lebih lancar ke depan. Jadi mobil belum bisa lewat sini.\u003Ci\u003E\u0026nbsp;But calm down\u003C\/i\u003E, proyek ini bakalan selesai tahun 2019 kok. Jalanannya pun bakalan aspal super mulus dan besar untuk akses ke Sikarimnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t23US-gL-H8\/XDyYb3pZvwI\/AAAAAAAAEGY\/nXG8VNrN0zIbYUMleqtyiFhBX-EKakbqQCLcBGAs\/s640\/sikunir22.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"background-color: white; color: #222222;\"\u003ESikarim ini berada di antara Bukit Bisma dan Bukit Sikunir pada ketinggian 1.800 MDPL. Air terjunnya berasal dari limpahan telaga cebong yang mengalir menuruni tebing pebukitan setinggi hampir 9 meter dan jatuh ke Sungai Mlandi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"background-color: white; color: #222222;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"background-color: white; color: #222222;\"\u003EDi Sikarim, hampir enggak tampak orang mandi kayak air terjun biasanya. Ya gimana yaaa, orang di sana saja dinginnya kayak apa, mandi bukanlah hal yang utama. Paling banter pegang airnya buat cuci muka saja biar enggak sia-sia haha.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAir Terjun Sikarim nantinya akan jadi alternatif wisata. Walaupun sudah dari dulu terkenal, cuma kan dulu jalannya kecil, lewat jalan setapak, dan hanya bisa dilalui motor. Kalau jalan aspal besar sudah jadi, bisa dipastikan pengunjung makin bertambah. Bukit Sikunir saja sudah ramai gitu, gimana ketambahan air terjun yang gampang aksesnya. Kebayang kan, membludaknya wisatawan kayak apa.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-6F7yngbBrLI\/XDyYiA4XaPI\/AAAAAAAAEGc\/XnnnvP5jAGIoFY9WnlT64vaaVRK-oQeFgCLcBGAs\/s640\/sikunir23.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n3 hari di Desa Sembungan sebenernya punya puncak acara, apalagi sih kalau bukan pelepasan lampion di Telaga Cebong. Rencanaku gini, nanti kami bakal motret di ketinggian Sikunir atau di tempat makan Pak Carik karena \u003Ci\u003Eviews\u003C\/i\u003Enya langsung danau. Terus Mama sama Alya nungguin di danau sambil lihat lampion. Alya sudah aku wanti-wanti supaya bobok gasik, biar nanti malam enggak ngantuk. FYI, Alya memang sudah tertarik sama pelepasan lampion. Berkali-kali bilang kalau itu tuh sama kayak \u003Ci\u003Escene\u003C\/i\u003E-nya Tagled, di mana Rapunzel sama Flynn sedang bernyanyi di perahu dengan latar belakang istana dan festival lampion. \u003Ci\u003EOne of Alya's favorite movie. Okay\u003C\/i\u003E, Alya beres. Jadi jam 8 malam setelah makan, kami langsung tidur.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTapi tampaknya kenyataan berbicara lain. Jam 10-an ketika Dian Yogi membangunkan kami, terdengar rintik hujan yang bener-bener bikin hawa makin duingiiiin. Mama dan Alya masih pulas, sampai kami enggak tega buat ngebanguninnya. Cuma Suami sih yang lalu cekatan dan bersiap motret. Aku pun bingung, mau ikut atau \u003Ci\u003Estay \u003C\/i\u003Edi rumah nemenin Alya sama sama?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBaiklah, akhirnya aku memutuskan tinggal di rumah saja. Hahaha. Keputusan yang tepat karena sampai sana, Suamiku bilang, dia jadi gagal motret karena acara enggak kondusif. Hujan makin malam makin deras, tapi sangar loh, beberapa penyanyi dangdut masih terlihat berbusana ala penyanyi dangdut meriah. Apa enggak kedinginan yak hehehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-9-x7y7pA8lM\/XDybi54yRYI\/AAAAAAAAEHU\/p_IyVF-ngX8SrPLyVQed8y5rbtuvApmrgCLcBGAs\/s640\/sikunir25.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPuncak acara menerbangkan lampion serta nyalain kembang api yang sudah dipasang siang tadi, otomatis gagal. Kembang api ((MEJEN)) dan bola-bola helium enggak bisa terbang. Pengunjung yang memadati Telaga Cebong sibuk menghangatkan diri sambil makan di beberapa tempat makan pinggir Telaga.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nIni Mas Bukhori sekeluarga sampai bawa tungku begini loh. Hehehe.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-mXSBy9U52PQ\/XDyblC5HI9I\/AAAAAAAAEHY\/xjNMk4NTdaEySp8RCh8yJ29qYbeX5EGOQCLcBGAs\/s640\/sikunir26.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nMisal enggak hujan, pengunjung diperkirakan mencapai ribuan. Nah, dengan kondisi seperti itu, acara jadi enggak terlalu ramai. Namun ada juga sih yang rela maju sampai depan panggung buat nikmatin pesta rakyat tersebut. Kapan lagi yakan, toh cuma setahun sekali.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nKira-kira, mereka balik ke rumah pukul 1 dini hari. Hawa dingin nan semribit masih terasa menusuk kulit. Aku langsung melek dan tanya sama Suami, karena jujur saja ya, aslinya aku pengen ikutan dan bikin enggak bisa tidur beneran hehe.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nSuami bilang \"enggak apa-apa kamu enggak ikutan. Di sana aku enggak banyak motret. Lagian susah nyari tempat buat berteduh. Sudah mending kamu tidur nemenin Alya sama Mama\"\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nFiuh aku pun lega.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nOh iya, cerita ini masih bersambung di hari terakhir kami di sana. Tungguin ya :)\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/3750375581245441699\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/3-hari-di-desa-sembungan-dieng-part-2.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/3750375581245441699"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/3750375581245441699"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/3-hari-di-desa-sembungan-dieng-part-2.html","title":"3 HARI DI DESA SEMBUNGAN DIENG (PART 2)"}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-IbqRlkcFofI\/XDyVydBcx3I\/AAAAAAAAEF4\/EtOT84NzIjULq0LwLK_1c_DJQqXegfiwgCLcBGAs\/s72-c\/sikunir18.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-302176124341026902.post-8140557188839129542"},"published":{"$t":"2019-01-11T16:07:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2019-02-08T13:55:28.108+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOBBIES"}],"title":{"type":"text","$t":"3 HARI DI DESA SEMBUNGAN DIENG "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ci\u003ESuper late post\u003C\/i\u003E nih. Maafkan yak! Enggak mungkin enggak di\u003Ci\u003Epublish\u003C\/i\u003E soalnya wk. Oke, daripada lama-lama kita mulai ceritanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDua hari sebelum tahun baru, kami akhirnya berangkat juga ke Dieng, atas ajakan temen SMA. Namanya Dian Yogi. Suaminya ini orang Desa Sembungan asli. Sebetulnya sudah lama banget mereka ngajakin buat nginep di sana sekaligus ngenalin potensi wisata. Cuma ya, berhubung Yosa banyak wacana, rencana tersebut sempet lama enggak terlaksana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKami mikirnya panjang, antara bagaimana kalau ngajak Alya yang masih punya bakat asma, dan satu lagi, kapan waktu yang tepat karena kerjaan kami berasa enggak ada jedanya. \u003Ci\u003ESo, yes,\u003C\/i\u003E dengan jiwa nekad dan nyelesaiin \u003Ci\u003Edeadline\u003C\/i\u003E kerjaan jauh hari, kami putuskan untuk tahun baruan di Desa Sembungan. Mbuh gimana nanti konsekuensinya, yang penting lakoni disik, pikir keri. Azeg.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDieng boleh saja deket, tapi\u0026nbsp;\u003Ci\u003Etrack\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;dan hawanya termasuk yang baru buat kami, apalagi Alya. Dulu pernah sih, waktu kecil, aku beberapa kali ke sana, tapi enggak pakai nginep segala. Suami juga cuma sekali nginep, tapi itu di Wonosobonya. Untuk ke Dieng masih perlu menempuh sekitar 25 kilometer lagi. Sedangkan ke Desa Sembungan? Bablas terus sekitar 5 kilometer, naik-naik terus nanti mentok\u0026nbsp; ketemu Desa terakhir sebelum bukit sikunir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYes, kenalin deh, Desa Sembungan, desa tertinggi di pulau jawa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003EOkay then\u003C\/i\u003E, selamat bersenang-senang 3 hari di sana. Brrrr!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-a1vN77RINQY\/XDhWCU1IQ-I\/AAAAAAAAEDk\/cfAfasH3HeEIDzVsvfW0mQxI_Io-qKs4ACLcBGAs\/s640\/edit12.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2 style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"color: #e06666; font-size: x-large;\"\u003EDAY 1\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKami dijemput Dian Yogi, Mas Bukhori (Suami Dian Yogi), Tama (anak pertama), dan Afnan (anak kedua). Perjalanan Magelang-Wonosobo memakan waktu sekitar 3 jam. Itu kalau yang sudah terbiasa,\u0026nbsp; plus bonus jalanan lancar, dan enggak mampir-mampir di jalan. Berhubung Mas Bukhori ini kelasnya sudah \u003Ci\u003Eadvance\u003C\/i\u003E, jadi perjalanan kerasa cepet.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOh iya, menjelang tahun baru, banyak wisatawan yang akan ke Dieng. Nah, kalau nanti lewat Wonosobo, kebayang enggak, padetnya kayak apa tuh. Makanya, kami potong kompas melewati Desa Tambi biar bisa langsung tembus ke Dieng. Desa Tambi itu banyak berupa perkebunan teh, pemandangannya baguuus banget mirip di Puncak. Tapi monmaap nih, misal enggak sama Mas Bukhori, kami mending lewat Wonosobo saja deh, macet \u003Ci\u003Eno problem! \u003C\/i\u003EKarena FYI saja \u003Ci\u003Eguys,\u003C\/i\u003E Desa Tambi jalannya berkelok, sempit, dan kadang harus mlipir kalau lagi papasan. Papasan mobil satu dengan yang lain, bakalan ganteng-gantengan, alias mau gimana nih maju mundur kena. Mana pas kami lewat sana, malam pula! Lengkap loh ya horrornya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKami sampai Desa Sembungan, tepat jam 8 malam. Rintik gerimis dan kabut tebal menghadang kami waktu turun dari mobil. Beneran, ini dinginnya kayak lagi di \u003Ci\u003Efreezer. \u003C\/i\u003EUntungnya Alya malah cekikikan bahagia, terus abis itu dia ketemu sama Kanaya (anak ketiga Dian Yogi). Wah\u0026nbsp;\u003Ci\u003EMood\u003C\/i\u003Enya bagus, aku jadi optimis Alya enggak rewel selama tinggal di sana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBegitu masuk ke rumah Mas Bukhori, kami enggak langsung disuguhi minum atau makan apa, tapi malah tungku! Tungku ini berupa perapian kecil yang digunakan warga untuk menghangatkan badan. Mungkin kalau di luar negeri, orang biasa pakai perapian besar di tengah ruangan, nah, di Sembungan berbeda. Tungku pun bisa!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSampai malam tiba, kami mengurungkan niat untuk berbersih diri. Cuci muka sama sikat gigi saja sudah selamet kok! Hahaha.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--PUnw-2_Fm0\/XDhW_XKunWI\/AAAAAAAAEDw\/Ab7XvAK_i-AgUSeYZJrHT1dI0zvM4tuHACLcBGAs\/s640\/SIKUNIR13.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOke, namanya juga hawa adem, makan apa saja pasti enak, ya enggak. Kami lalu makan malam mie cabe bendot yang pedesnya amit-amit. Alya juga telap telep tapi yang versi enggak pedes. Misalpun kurang kenyang, kami sudah sedia roti sama susu. Adegan setelah makan malam bisa ditebak dong. Enggak lama kami berbincang, setelah itu tidur nyenyak pakai selimut tebal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2 style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"color: #e06666; font-size: x-large;\"\u003EDAY 2\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPagi-pagi sekitar subuh, Dian Yogi membangunkan kami untuk segera bersiap untuk berangkat ke Sikunir. Katanya, mumpung cuaca lagi lumayan bagus, enggak hujan. Padahal kalau mau disuruh milih aku masih ingin tidur lagi sih. Ya gimana, hawanya cocok buat kruntelan cint.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDian Yogi juga bilang kalau pas tahun baru besok, Sikunir bakal lebih rame, susah naik ke atas sampai berdesakan. Lah benar saja, baru nyari sampai parkiran sudah agak repot. Mobil penuuuuh, tenda-tenda juga sudah mulai dipasang. Kami \u003Ci\u003Estart \u003C\/i\u003Enaik ke Sikunir padahal termasuk pagi, yakni setengah 5.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebelum aku lanjutin ceritanya, aku mau kasih tahu ke kalian dulu. Misal besok kalian merencanakan berlibur di Desa Sembungan dan pengen naik ke puncak Sikunir, nanti kalian akan dikenakan biaya masuk Rp 10.000 saja per orang. Loket ini ada persis di depan gapura masuk Desa Sembungan. Setelah itu, mobil di parkir di area masuk tersebut. Nah, rumah penduduk dan \u003Ci\u003Ehomestay\u003C\/i\u003E ada di kanan kiri jalan menuju ke bukit Sikunir. Terasa jauh untuk jalan kaki dari gapura ke Sikunir? Kalian bisa sewa ojek yang banyak wara wiri di ruas jalan utamanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003EOkay, lets go back to story. \u003C\/i\u003EHarus diakui, karena keterbatasan tenaga, dan ya sudah lah ya, umur enggak lagi muda, jalan naik bukit itu berasa encoknya. Aku apalagi, ngakunya getol olahraga, giliran suruh naik 1 jam saja mau \u003Ci\u003Egive up. \u003C\/i\u003EJujur kalau kaki sih kuat, tapi masalahnya di nafas. Rasanya nusuk banget di ulu hati. Kalau aku maksa, pasti bakalan enggak kuat nih. Tapi kalau enggak diterusin sampai puncak, lah kok eman?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAlya digendong Suami di pundak. Jangan tanya rasanya, cuma kata Suami, lebih baik digendong model gitu dari pada di punggung. Terserah deh, yang penting jangan aku yang gendong, tambah pendek baru tahu rasa ya kan yaaa...\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOh lupa, satu lagi, aku juga ngajak Mama. Mama sudah aku wanti-wanti, kalau kami sedang mengejar matahari. Jadi kami harus cepet-cepet, sedangkan Mama tampak enggak kuat. Aku nyuruh Mama supaya nunggu di bawah saja sambil makan kentang. Mama bilang, \"sudah kalian naik dulu saja, mama biar pelan-pelan\". Tenyata, Kanaya malah minta jalan. Jadi Dian Yogi, Tama, dan Kanaya jalan nemenin Mama. Sementara, kami bertiga jalan duluan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa saat kemudian, kami sampai di pos 1. Sumpah, mau sempoyongan rasanya. Kami lalu istirahat sebentar. Suami terus motret, aku sama Alya nungguin di pinggiran. Enggak ada tempet duduk nih, mana penuh orang foto-fotoan. Padahal Alya sudah mulai ngak-ngek, enggak tahu minta apa. Di sana aku juga nelpon Mama, mastiin sih, Mama baik-baik saja. Mama malah balik ngeyakinin aku kalau Mama mampu naik pelan-pelan. Jadi, Mama minta aku santai saja karena suasana di Sikunir ramai \"enggak usah khawatir\", gitu katanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003EWell,\u003C\/i\u003E walaupun Mama sudah tua, tapi nyalinya tinggi juga ya. Beliau tetep kekeuh sampai atas. Gimana enggak? Pesona Sikunir enggak bisa dipungkiri lagi ciamiknya. Sikunir ini terkenal sama Golden Sunrise. Sayang waktu kami ke sana, kabutnya tebeeel buanget, plus kami ternyata kesiangan, jadi ya enggak golden-golden amat hehehe.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-zIKWdOVUorY\/XDhUQZjyeOI\/AAAAAAAAEDY\/dq7UIHTKlU49miM_vCV2hgiIp5_FLovtQCLcBGAs\/s640\/edit9.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESikunir Golden Sunrise\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nBegitu Suami kelar motret, bersamaan dengan itu pula Dian Yogi sekeluarga dateng nyusul. Mama masih tertinggal di belakang katanya. Lalu Mas Bukhori ngajakin Suami buat nyari spot foto yang bagus. Dan sayangnya, pos terakhir masih agak lumayan. Mana anak-anak ditinggal sama emak-emaknya pula ini, rempong amat kan jadinya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nEnggak tahu kesambet apa, aku memantapkan hati sampai puncak bawa Alya. Aku semangatin Alya lewat Kanaya yang lincah. Kanaya sudah 3 kali ke Sikunir dan almost jalan kaki sampai puncak terus. Paling kalau minta gendong juga enggak seberapa. Nah, Alya seneng nih disemangatin gini. Plus dia ngerasa kompetitif, masa' anak lain bisa, aku enggak bisa. Gitu kali ya dipikirannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSepanjang pos 1 sampai pos terakhir, aku disemangatin juga sama orang-orang yang papasan. Katanya, emak-emak hebat, ngajak anak ke Gunung. Enggak semua bisa ya kan. Wah ya bener, habis itu Alya minta gendong aku iyain saja. Baru kalau aku capek, aku bilang ke Alya \"Nak, Mama capek nak. Kamu yang semangat ya\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAkhirnya kami sampai juga di pos terakhir dan Alya nangis mengharu biru ketemu bapaknya. Ini nangis kayak ngambek dan ngadu gitu loh. Kenapa aku ditinggal, kenapa aku enggak digendong. Setelah itu kami enggak berlama-lama di puncak, daripada Alya rewel. Sekali dua kali ambil foto sama video. Dan disitulah Alya mengaku kalau kedinginan dan pengen sarung tangan yang tadi dijual di bawah. Ya amplooop cuy, sepele amat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-s5OPaVxTeAY\/XDxs51RpXMI\/AAAAAAAAEFs\/fjil9ClxqIsLgvQAWURKnRz6EsnC6GZIQCLcBGAs\/s640\/sikunir16.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKami terus turun dan ketemu Mama di pos 1, yeay! Kata Mama, beliau nemu tongkat buat dijadiin pegangan Mama selama naik ke puncak. Dan mama ternyata sampai puncak juga. Padahal kami enggak nemu. Gimana sih ya, mungkin sibuk sendiri-sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKalau mau nonton videonya, sudah aku upload di youtube kok. Silahkan di\u003Ci\u003Eplay\u003C\/i\u003E yak!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/avNDMdOi-eM\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/avNDMdOi-eM?feature=player_embedded\" width=\"320\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAda cerita lucu nih. Jadi begini. Aku bertemu Mama di Pos 1 itu sama Mas-mas yang kami ajak foto di puncak tadi. Katanya, mereka sempet ngobrol lama. Aku juga bingung nih, gimana Mas-mas ini bisa ketemu satu-satu dari kami yang kepisah yak hahaha.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBelum sempat kami ajak kenalan, padahal sudah ngobrol banyak gimana sih ya hahah, tapi yang jelas, di Gunung itu semua berasa saudara!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-zgWjxiU3yVU\/XDhT_3oU24I\/AAAAAAAAEDQ\/MFMNeOHh4Z0AMEQcMru2Sd2_DYCV8D1KACLcBGAs\/s640\/edit10.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNgerasa capek dan laper, kami singgah sebentar menikmati hawa Sikunir dengan makan semur kentang! Enggak cuma itu sih, ada juga soto, nasi goreng, teh tambi, dan kopi. Banyak sajian khas yang berjejer rapi di sekitar pintu masuk. Tapi kami pilih Rumah Makan Pak Carik yang \u003Ci\u003Eview\u003C\/i\u003Enya langsung ke danau. Hanya saja, waktu itu habis hujan, jadi kondisinya agak becek.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1067\" height=\"640\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-MY1WNOB1lPw\/XDhYogDtRhI\/AAAAAAAAED8\/useKkl_hglwRvREzeXHvrZHTXt7bVBg0QCLcBGAs\/s640\/sikunir13_1.jpg\" width=\"426\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKalau kamu sempat berlama-lama di sini, enggak ada salahnya kamu ngicipin juga makanan seperti sagon, serabi khas dieng yang lembut, dan gandos. Aku paling suka sagonnya, gurih, enggak eneg, tapi sayang satu, seret, gampang haus hahaha.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-aJyzVugpfwA\/XDhZedZa0HI\/AAAAAAAAEEI\/PCW-6jFZKJgMRujypQPAi03Vwgm7_TK9wCLcBGAs\/s640\/sikunir14.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSebelum pulang, aku sempetin juga belanja carica, teh hijau Tambi serta kopi arabica dataran tinggi Dieng. Semuanya hasil\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ehomemade\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;beberapa UMKM di Dieng. Oh lupa. Harganya termasuk terjangkau banget. Kopi Arabicanya cuma Rp 40.000, modelnya sudah di\u003Ci\u003Egrilled.\u003C\/i\u003E Terus Tehnya model tubruk tapi halus banget, tuang dikit saja dijamin langsung mak nyus. Teh nya juga wangi asli, padahal tanpa melati. Beneran, coba sendiri deh kalau enggak percaya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDateng ke Sikunir kemarin, kelemahannya satu, kami enggak banyak borong, kelupaan ambil ATM. Padahal ATM jauhnyaaa hahaha.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1067\" data-original-width=\"1600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-xdxq6HXbEE4\/XDhZ7OzZ8FI\/AAAAAAAAEEQ\/se2qI1qVi1Aks71NEkosgydgrD8lBuxYACLcBGAs\/s640\/sikunir15.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nWah, masih banyak yang pengen aku ceritain nih kayaknya. Cuma, bakal panjang banget kalau aku tulis dalam satu blog post, jadi lanjut besok lagi ya. \u003Ci\u003ENext\u003C\/i\u003E aku ceritain, kami ngapain saja selama di Desa Sembungan. \u003Ci\u003ESo yeah,\u003C\/i\u003E tunggu yaaa!!!\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EBERSAMBUNG...\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/feeds\/8140557188839129542\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/3-hari-di-desa-sembungan-dieng.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/8140557188839129542"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/302176124341026902\/posts\/default\/8140557188839129542"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.yosairfiana.com\/2019\/01\/3-hari-di-desa-sembungan-dieng.html","title":"3 HARI DI DESA SEMBUNGAN DIENG "}],"author":[{"name":{"$t":"Yosa Irfiana"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12570327371171929779"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhg4Jnx6SOkZqDOn8AcTAkBfzG-WwbYdQc4HJrk2-VB2WpUIIh00x0O9dGcBWBpMqbCKBq_BjpHIGrDGt-YG_dy6oGj6oZQEnqt1q-nSsTMqvVz2J35Tt9Rau5agwMUGb0\/s220\/GLOSSY1.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-a1vN77RINQY\/XDhWCU1IQ-I\/AAAAAAAAEDk\/cfAfasH3HeEIDzVsvfW0mQxI_Io-qKs4ACLcBGAs\/s72-c\/edit12.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"3"}}]}});