PERAWATAN ALAMI PAKAI SHYLAS!

by - January 02, 2020

Saat ini, aku lagi seneng-senengnya perawatan. Mulai dari wajah, rambut, sampai badan. Rasanya makin tua tuh malah makin lenjeh cobain produk macem-macem. Beda sama pas muda dulu, boro-boro inget perawatan, luluran sebulan sekali saja sudah paling yo'i. Enggak tahu ya jelasnya kenapa, mungkin karena sekarang ngerasa makin banyak problematika hidup, jadi perawatan dibutuhkan selain memang kebutuhan, juga sebagai me time biar tetap sehat, waras, dan bahagia.

Beberapa waktu lalu, aku dapet hadiah dari giveawaynya Beautiesquad barengan sama Shylas Factory. Produk ini aku sudah tahu lama, dari mana ya dari Beautiesquad juga. Wah ya seneng dong, mana review-nya bagus-bagus kan, nyaris enggak ada yang enggak suka coba. Aku jadi tambah semangat perawatan pakai produknya Shylas.

Oh iya, Shylas Factory merupakan produk lokal asal Bali, yang mengusung konsep alami dan natural. Ingredients-nya dikenal enggak neko-neko, enggak menggunakan paraben, enggak ada deterjen keras, dan enggak ada bahan kimia berbahaya. Shylas berdiri sejak Desember 2016. Sebetulnya pada tahun-tahun 2012-2016, banyak sekali merek lokal berkonsep natural yang sama, hanya saja, Shylas ini termasuk yang konsisten baik dari segi kualitas, konsumen setia, serta selalu aktif di event blogger, promo, maupun inovasi produknya. Jadi tuh produk-produk Shylas enggak cuma masker doang, tapi juga serum, face oil, dan yang terakhir aku tahu ini, micellar water. Berarti Shylas ini juga termasuk ngikutin tren dan tahu kebutuhan pasar.

Shylas ngirimin aku 3 macam produknya, yaitu Ubud Body Scrub, Toraja Foaming Face Wash, dan Solo Micellar Water. Seperti yang kalian lihat pada foto-foto berikut ini, kesemua produknya mempresentasikan nama daerah Indonesia punya, dengan desain yang cute berwarna dominan soft. Hail to the designer!

Kita bahas satu per satu yuk.


UBUD BODY SCRUB

Netto:100 gram
Harga: Rp 50.000

Agak berbeda dengan produk alami lainnya yang kalau bikin body scrub itu biasanya masih berbentuk bubuk, Shylas Factory menghadirkan tekstur dan bentuk yang berbeda, yakni scrub berbentuk creamy. Kabar baiknya, body scrub seperti ini enggak butuh dicampur air terlebih dahulu dan praktis bisa langsung pakai.

Pertama kali aku buka, wangi Ubud Body Scrub semerbak kemana-mana. Mirip sama bubble gum rasa strawberry, tapi ketika aku baca deskripsinya ternyata enggak punya kandungan strawberry sama sekali wkwk. Mungkin hidungku saja ya yang sotoy mendeskripsikan wangi. Jujur aku kurang suka sama wangi yang menyengat kayak gini. Hanya saja ketika habis dipakai, wanginya bener-bener awet dan dilanjutin pakai body lotion, badan jadi terasa lebih segar dan anti bau sepanjang hari.


INGREDIENTS

Water, Oryza Sativa Starct, Cethyl Alcohol, Glyceryl Sterarate, Stearic Acid, Glyecerin, Olea Europaea (Olive) Oil, Carica Payaya Extract, Fragnance, Opthipen

Ubud Body Scrub diperkaya dengan kandungan pepaya yang bisa digunakan untuk semua jenis kulit, untuk kulit yang lebih cerah dan bersih. Walaupun begitu, kandungan Oryza Sativa Starct yakni beras, ada di urutan kedua, yang sebetulnya juga punya manfaatnya yang hampir sama. 


Untuk packaging-nya sendiri, Ubud Body Scrub berbentuk jar yang sama kayak lulur produksi pabrik lainnya. Semua deskripsi seperti ingredients, PAO, berat isi, sampai kadaluarsa yang tertera pada bulan best before-nya. Untuk bagian pinggir kemasan,  tertera klaim dan cara pakai. Buatku ini sangat cukup sekali, mengingat kalau banyak-banyak tulisan kecil juga malas bacanya haha.


TEKSTUR

Seperti yang kalian lihat di bawah ini, Ubud Body Scrub punya tekstur yang creamy dengan butiran scrub besar-besar. Aku agak was-was juga kalau kebesaran scrub-nya, karena kulitku sensitif banget bahkan di kulit tubuh. Kalau enggak cocok, kulitku bakalan kemerahan dan pedih saking giatnya menggosok scrub. Jadi selama ini aku juga picky soal scrub badan.


Aku pakai Ubud Body Scrub 3 hari sekali. Pakainya pada kondisi kulit yang kering, sebelum mandi. Tadinya sempet pakai pas kondisi kulit masih basah biar enggak sakit gitu mengingat scrub-nya yang besar. Tapi sejak pertama kali pakai, ternyata booowk enak banget loh teksturnya! Kerasa creamy dan butiran scrub yang besar itu malah enggak kerasa pedih sama sekali di kulit. Aku gosokkin ke seluruh tubuh enggak ada reaksi alergi juga. Butiran scrub-nya bisa mengangkat sel kulit mati enggak pakai lama. So, aku berani pakai pada kondisi kulit kering.

Untuk hasilnya sendiri, aku kerasa kok kulit menjadi lebih bersih. Tapi untuk mencerahkan belum begitu terasa. Mungkin harus diimbangi dengan pemilihan lotion tubuh yang tepat, juga jangan panas-panas di bawah sinar matahari langsung. Aku enggak tertarik juga untuk efek mencerahkan, kulit bersih sehat sudah cukup buat aku.

TORAJA FOAMING FACE WASH

Netto: 60 ml
Harga: Rp 69.000

Produk kedua yang enggak kalah imut-imut adalah Toraja Foaming Face Wash. Selain ukurannya mungil, juga packagingnya menarik banget. Foaming Face Wash kayak gini bisa dibawa kemana-mana dan praktis banget nget! Aku pernah beberapa kali beli foaming face wash, karena tekstur ini menurutku paling gentle diaplikasikan ke kulit wajah, mengingat kulitku cukup sensitif dan rentan jerawat. Produk foaming face wash yang aku pakai sebelumnya, punya kemasan yang cenderung geday. Pernah sih dibawa kerja pas keluar kota, tapi cukup makan tempat. Nah, Shylas ini mungil, bisa nyelip di pouch skincare, atau bahkan tas ranselku.



INGREDIENTS

Water, Sodium Cocoyl Glutamate, Decyl Glucoside, Glycerin, Cetyl Betain, Sodium Levulinate, Sodium Anisate, Aloe Vera Extract

Sabun cuci muka ini tentu bisa digunakan untuk segala macam jenis kulit dan enggak bikin kulit kering, karena diperkaya dengan Aloe Vera Extract yang berfungsi untuk melembapkan wajah. 


Aku pakai Shylas Foaming Face Wash dua kali sehari, yakni pagi dan malam sebelum tidur.  Cukup tekan 3 pump dan oles ke kulit wajah, massage sebentar, bilas. Sebelumnya tak lupa pakai first cleanser seperti cleansing oil atau milk cleanser, baru setelah foaming face wash, aku lengkapi dengan pemakaian toner.

Shylas masih masuk-masuk saja di layer skincare yang saat ini aku pakai. Maksudku, enggak ngerusak dan enggak bikin break out juga. Padahal kadang kalau enggak cocok pakai face wash dan ingredients-nya kontra sama skincare sebelumya, wah sudah, kulitku bakal enggak terima.

Nah, untuk hasilnya sendiri, kulitku enggak kerasa ketarik dan keset setelah pemakaian Shylas Foaming Face Wash. Aku suka efek seperti ini. Kalau pakai face wash yang bikin kulit keset, dan minyaknya jadi hilang, biasanya malah bikin kulit akan lebih banyak mengeluarkan kadar minyaknya. Bingung ya? Gini loh, kalian itu jangan tergiur efek matte yang dihasilkan face wash, karena kulit akan bingung "lho kok kulit enggak lembap sih?" Jadi kulit akan memproduksi minyak lebih banyak karena ngerasa kurang. Intinya, kulit oily kudu dirawat dan jangan sampai salah pilih face wash gitu ya.


SOLO MICELLAR WATER

Netto: 60 ml
Harga: Rp 55.000

Move ke Solo Micellar Water. Sebetulnya, skincare yang paling jarang aku pakai adalah micellar water. Karena kebanyakan micellar water menggunakan alcohol sebagai salah satu ingredientsnya, dan pakainya harus dituang ke kapas dulu, lalu digosok perlahan di kulit yang akan dibersihkan. Aku kurang suka pada bagian ini. Aku prefer cleansing oil buat membersihkan sisa makeup atau skincare yang seharian dipakai. Dipakainya tinggal dioles dan di-massage lembut, dikasih air sedikit, lalu di-emulsi, baru dibasuh pakai air hangat, kemudian dikeringin pakai tissue.

Solo Micellar Water bisa jadi first cleanser. Tapi terus terang, enggak aku pakai tiap hari. Aku pakai pas makeup heboh atau habis kerja luar kota.


INGREDIENTS

Water, Sodium L-pyroglutamate, Decyl Glucoside, Ophtipen, Lactic Acid





Sama kayak packaging varian lain, Solo Micellar Water juga imut, cenderung kecil malah. Lebih cocok dibawa kemana-mana ketimbang disimpen doang di rak skincare. Aku tuh ya, kalau sudah cocok sama sebuah produk, aku pasti beli kemasan gedhe-nya sekalian, tapi Shylas cuma punya 1 ukuran ini saja kan sedih ya. 


Formulasinya sederhana sekali dan menggunakan bahan natural yang bisa membersihkan dan menghapus sisa makeup atau kotoran kulit wajah. First time aku pakai, rasanya enak, nyaman, enggak nyegrak dan enggak bikin kulit perih. Kayak air persis, sempet pesimis sih, bisa enggak ngangkat kotoran dan makeup seperti klaimnya. Karena waktu pakai micellar water produk sebelah  dengan range harga yang 11-12, susah banget ngangkat apalagi yang waterproof. Wah, beneran deh, kadang kalau pakai mascara dan eyeliner gitu tetap harus pakai cleansing oil biar langsung keangkat tanpa perlu banyak-banyak habisin kapas. Well, aku coba Solo Micellar Water, ternyata lebih unggul dong!

Makeup dan kotoran bisa dibersihkan dengan sekali usap. Hanya saja, kalau waterproof dan matte, biasanya akan memerlukan beberapa kali usap. Aku berkali-kali pakai untuk membersihkan lipstick matte, eyeliner, mascara, sampai eyeshadow, hasilnya mantul. Sekali lagi enggak kerasa perih, dan enggak punya scent aneh-aneh.
Produk homemade alami seperti ini kalau dipikir-pikir harganya memang cenderung mahal, karena sifat produksinya yang limit. Beda sama pabrikan yang memproduksi suatu produk secara massive. Terus yang kedua, kadang beberapa produk homemade alami tidak terdaftar atau sedang menunggu nomor BPOM. Sesuai pengalamanku, ngurus BPOM tidaklah gampang, mesti ada aturan dan step by step-nya, yang mungkin...buat sebagian orang cukup berbelit. Aku dari dulu sering kok beli produk homemade seperti sabun yang dibikin sama temen-temenku, dan it's okay, karena aku lihat sendiri bagaimana mereka mengolah sampai memasarkannya dari teman ke teman. 

Mengingat hal tersebut, kalau aku, sebetulnya aku enggak begitu mempermasalahkan mau terdaftar atau tidak. Ini jujur saja ya. Kalau kamu enggak setuju juga enggak apa-apa. 

Aku lebih tertarik sama brand lokal yang alami dan natural ketimbang sudi melirik brand dari luar yang imitasi dari produk asli. Aku lebih cenderung melihat ingredients suatu produk, hasil review, tingkat keaktifan suatu brand, sampai promonya di media sosial. Aku kepo-nya dari situ, dan Shylas cukup aku percaya bahwa produk ini termasuk yang berkualitas prima.

Sampai saat ini aku bahkan pengen nyobain dan mupeng banget sama serum bulu mata dan face oilnya. Siap-siap merogoh kocek lagi nih buat beli produk-produknya Shylas Factory. Hahaha. Ya sudah deh, semoga review ini memantu kalian yang lagi nyari perawatan alami ala produk Indonesia ya. See ya on the next post.




You May Also Like

0 komentar