BODY CARE SETELAH PUNYA ANAK

by - September 15, 2020

Badan boleh segini-segini saja. Enggak langsung menunjukan perubahan yang signifikan setelah melahirkan. Namun jangan salah, bagian perut sampai paha, sebetulnya sudah begitu kentara. Ditandai dengan bentuk yang enggak kencang lagi, perut bergelambir, sampai stretchmark yang enggak bisa hilang. Olahraga? Tentu sudah. Tapi bukankah memang stretchmark itu bisanya cuma disamarkan? Enggak perlu denial deh, cara terbaiknya adalah nikmatin 'hal yang biasa' ini, plus merawatnya.

Jadi, merawat supaya 'terasa' kencang itu pakai produk apa enaknya? Aku pilih produk Mustika Ratu varian Coffee. Yuk kita bahas di blog post ini!


Sebelum melahirkan, aku memang sudah punya bakat selulit di bagian paha, yang berwarna putih. Enggak tahu ini gimana awalnya, aku justru baru kerasa pas sudah kerja. Padahal perasaan, berat badanku enggak pernah naik turun drastis. Penyebabnya mungkin dulu jarang olahraga plus jarang dirawat kali ya. Aku pernah ngerasa enggak pede sih sama si garis putih ini, walau areanya termasuk tertutup. Singkat cerita, aku lalu mulai mengenal body butter dan rutin aku oleskan tiap habis mandi. Aku suka body butter karena lebih rich dan lebih kerasa melembapkan ketimbang lotion.

Nah, belum juga pudar, masalah kemudian bertambah pas hamil. Stretchmark muncul di bagian perut, bukan lagi berwarna putih saudara-saudara, melainkan merah! Waduh, aku kelabakan banget. Karena beberapa keluarga mikir aku garukkin perut yang konon bisa bikin stretchmark tersebut. Pakein minyak zaitun dong! Oh tentu sudah! Aku rutin ngolesin EVOO di area perut dan paha bahkan sejak tahu hamil. Tapi? Tetep enggak ngaruh tuh! Dan terbukti ketika Alya lahir, Alya ternyata termasuk bayi yang besar untuk tubuh Ibunya yang mungil. So, no debate lah ya! Wajar kalau perutku melar bukan kepalang.

Habis lahiran, aku beli body butter lagi kali ini milih varian coffee, lengkap dengan scrub dan body gel-nya. Tahun 2015 waktu Alya lahir, rasanya kopi-kopian belum se-hits sekarang, dan produk yang menawarkan varian kopi itu salah satunya adalah Mustika Ratu. Mengingat produk ini mudah didapetin, harganya terjangkau, dan cukup lengkap perawatannya, maka aku enggak perlu pikir dua kali, angkut saja! 

Sekarang, aku mau bahas body care ini: Satu Coffee Soap dan yang kedua Body Butter.

MUSTIKA RATU COFFEE SOAP


Sebenernya, ada Mustika Ratu Bath & Shower Gel yang berbentuk shower gel. Tapi pas aku beli ini enggak nemu euy. Nemunya Coffee Body Soap. Aku enggak terlalu suka sama sabun yang bentuknya batang begini sih, tapi tetap aku beli supaya lebih melengkapi body butternya.

Terus gimana efeknya? Sebelumnya, aku kasih daftar bahannya apa saja ya.

INGREDIENTS
Aqua, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Glycerin, Propylene Glycol, Sucrose, Stearic Acid, Palmitic Acid, Myrustic Acid, Sodium Hydroxide, Fragnance, Olive Oil PEG-7 Esters, Sodium Chloride, Coffee Arabica (Coffee) Seed Extract, Mannitol, Citric Acid, EDTA, Caffeine, Chondrus Crispus (Carragegeenan), Laminaria Digitata Extract, Ascophyllum Nodosum Extract, CI 19140, CI 16255, CI 28440, CI 42051


Mustika Ratu Coffee Body Soap punya kemasan yang cukup bagus karena dilengkapi dengan plastik wrap, baik di bagian kotak, maupun sabunnya. Menurutku, dengan harga sekitar RP 17.000, ini sudah oke! Sedangkan untuk ukurannya sendiri, standart ala sabun batang pada umumnya, pas di tangan mungil aku. Enggak terlalu kebesaran.

Sabun kopi ini enggak terlalu special pada dasarnya. Punya warna coklat transparant, dan bentuknya oval. Secara wangi, enggak terlalu kentara sejak pertama dibuka, beda dengan Mustika Ratu Bath & Shower Gel-nya yang lebih cukup kecium baunya.

Soal busa, aku orangnya enggak rewel sih. Enggak berbusa banyak juga enggak bikin aku malas mandi. Yang penting bagi aku sebetulnya soal wangi kopi yang bikin relaks, tapi ya sayangnya enggak ada. Aku busain dan apply ke bagian tubuh. FYI, aku belum pernah pakai buat kulit wajah karena ngerasa sabun ini cocoknya buat bagian-bagian tubuh yang membutuhkan efek lebih kencang.


Aku belum merasakan perubahan yang signifikan soal firming skin. Tapi untuk merontokkan kotoran dan bikin kulit lebih segar, aku yes. Biasanya nih, kalau aku enggak cocok sama sabun, efeknya bisa bikin kulit aku kurapan. Sounds so disgusting memang. Cuma ya memang begitu keadaannya. Kan enggak lucu, kalau kulit paha dan perut kencang tapi punggung penuh bercak kecoklatan?


Memangnya gimana sih tanda sabun yang enak di kulitku? Aku menandainya dengan cara, sabun tersebut enggak menimbulkan efek licin setelah pemakaian. Aku enggak suka yang terlalu moist karena kerasanya enggak bersih saja. Aku lebih suka bikin moist dengan lotion atau body butter yang tepat sasaran.

Nah, sekarang bahas body butternya yuk!

MUSTIKA RATU COFFEE BODY BUTTER 


Sebelum bahas produknya, aku enggak mau compare produk ini dengan produk varian kopi lainnya yang kalau harganya saja beda, mau dibandingin dengan cara apa tetap beda! Mustika Ratu Coffee Body Butter aku suka karena diperkaya dengan ekstrak kopi yang mengandung kafein sebagai anti oksidan. Bayanginnya, body butter saja sudah enak, apalagi yang pakai ekstrak kopi ya kan. Double deh lembapnya. 

Soal bahan-bahannya, mirip seperti sabunnya kok. Silangkan dicek di list di bawah ini ya.

INGREDIENTS:

Aqua, Glycerin, Cetyl Alcohol, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Stearic Acid, Sodium PCA, Dimethicone, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Triethanolamine, Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Butter, Coffee Arabica (Coffee) Seed Extract, Mannitol, Fragnance, Imidazolidinyl Urea, Acrylates/Acrylamide Copolymer, Mineral Oil, Allantoin, Caffeine, Chondrus Cripus (Carrageenan), Laminaria DIgitata Extract, Ascophyllium Nodosum Extract, Polysorbate 85, CI 19140, CI 16255, CI 28440, CI 42051


Hal pertama yang aku notice dari Mustika Ratu varian kopi ini adalah, wanginya mirip cokelat, bukan yang kerasa kopi banget. Sebagai pecinta kopi, aku ngerti dong gimana bau kopi yang sesungguhnya, apalagi di ingredients list ada kandungan kopi arabica yang mana varian kopi paling aku suka. Kudunya kopi lebih pekat dan pahit, seperti kalau kita datang ke coffee shop. 

But, aku memamkluminya kok. Mungkin karena fragnance lokal yang kurang variatif dan setahuku sering sih, aku nemu beberapa produk dengan berbeda merek tapi baunya sama. 


Move to the texture. Aku enggak banyak komplain kalau ini. Moist-nya cakep, efek kencangnya dapet. Permasalahannya, saking seringnya aku pakai di bagian paha dan perut, aku enggak ngeuh kalau ternyata dia juga bikin kulit glowing lho. Aku buktikan dengan pemakaian di tangan. Beneran langsung kerasa lebih cerah. Kalian bisa lihat pada foto berikut ini.


Aku rutin menggunakan Mustika Ratu Coffee Body Butter pada bagian paha dan perut tiap habis mandi. Untuk bagian lain terutama tangan dan kaki, aku pakai body lotion yang ada SPFnya. Sedangkan malam hari, aku pakai khusus untuk mencerahkan tangan dan kaki. Kayak ribet ya, tapi aku fungsikan sebagaimana mestinya.

Oh iya, Mustika Ratu Coffee Body Butter ini kadang aku juga pakai pada telapak kaki sebelum tidur supaya enggak kapalan. Untuk efek mencerahkan atau menyamarkan garis selulit belum terlihat sih, tapi aku memang ngerasa jadi lebih kencang dan nyaman. Tapi, tentu aku imbangi dengan olah raga yang rutin dan fokus mengecilkan perut dan mengencangkan paha. Biar apa? Ya biar kerasa muda terus, walau umur sudah makin tua. Hehehe.

Aku yakin sih, semakin lembap kulit kita, otomatis akan meminimalisir potensi kendur. Menurutku, kulit adalah salah satu aset berharga. Merawatnya adalah bagian dari rasa syukur yang membuat bahagia. Bahagia atas apa yang kita punyai supaya lebih percaya diri meraih apa yang kita ingini. Ya kan ya kan?

You May Also Like

0 komentar