YUK KE SILANCUR, MANGLI MAGELANG

by - May 05, 2019

Baru keingetan, tiap menjelang ramadan, Mama pasti ngajakin wisata bareng yang deket-deket. Mungkin maksudnya, mumpung belum puasa, puas-puasin jalan seharian, sekalian kulineran. Tahun lalu, kami sama-sama ke highland, tepatnya di daerah Tempuran, Magelang. Tapi sayangnya masih dibangun dan belum representatif, jadi mau aku tulis sebagai konten blog juga nanggung. 

Nah, kemarin tuh, bertepatan dengan adekku pulang, memang niat mau jalan-jalan keliling Magelang. Awalnya kami mau ke Ketep Pass, cuma ya kok sudah sering kesana. Terus adekku yang terakhir browsing dan nemu wisata Mangli, Silancur, yang berada di daerah Kaliangkrik, Magelang.

Seperti biasa, enggak pakai kebanyakan komplain dan ngotot-ngototan mau kemana, kami mah hayuk saja!


Seperti yang kita tahu, sudah lama Magelang menjadi daya tarik wisata, baik wisatawan domestik maupun asing. Apalagi kalau keingetan film AADC 2 yang mengambil lokasi Gereja Ayam. Wah rasanya sekarang makin tumplek blek orang-orang berpiknik ria ke Borobudur dan sekitarnya.

Padahal FYI saja, wisata di Magelang itu buanyak banget. Dari yang wisata budaya, wisata alam, sampai wisata kuliner. Contohnya ya di daerah Mangli ini. 

Mangli sendiri adalah nama salah satu desa di Kaliangkrik, yang berada di kaki Gunung Sumbing. Kalau dari Magelang, kira-kira bisa ditempuh dalam jarak waktu 40 menit normal. Aku kemarin lewat Gedung Bakorwil, lalu ambil jalan ke arah Bandongan. Naik terus, sampai Kaliangkrik, baru ke arah Mangli.

Kendaraan umum rasanya cuma sampai di Pasar Kaliangkrik deh, dan setahuku, orang-orang sini misal mau lanjut ke tempat tujuan, pakainya ojek. Makanya, kalau kalian mau ke sini, paling rekomendasi ya pakai kendaraan pribadi, atau sewa.


Setelah menyusuri jalan kecil, berkelok, nanjak, plus setiran adekku yang bombastis bikin sakit perut, akhirnya kami sampai juga. Beneran deh, besok kalau kalian ke sini, paling enggak pastikan sopir nyetirnya enak. Penting soalnya, ketimbang mabuk darat ya kan.

Kami tiba jam 10 an. Begitu turun dari mobil, kabut tebal dan anginnya kencang, mana Alya nih malah ngeyel enggak mau dipakein celana panjang. Meanwhile, sempet mikir, gimana mau foto-foto ya kalau warnanya abu-abu semua? Tapi untungnya, ketika memasuki Silancur, kabutnya sempet hilang. 

Mobil kami parkir di sebuah tempat, yang kayaknya ke depannya bakal jadi rumah makan. Untuk ke Silancur, kami diharuskan turun, melewati jalan setapak berbatu. Kalau kalian bawa motor, jalanan masih bisa dilalui, tapi awas ya, karena kelihatannya licin. Aku sempet lihat beberapa perempuan yang pakai motor ke sini hampir terjatuh, mungkin saking susahnya.

Untuk jalan kaki sendiri, enggak terlalu jauh kok. Cuma sekitar 100 meter saja. Cuma ya naik turun. Bonus di kanan kiri jalan ada perkebunan labu kombucha, daun bawang, dan sawi. Wih, asik kan!


Sampai di pondok rumah makan, kita wajib bayar Rp 5000 per orang. Termasuk murah lho! Di situ bisa pesan makanan standart tempat wisata, kayak kopi sachet, teh, dan mie instan. Terus enaknya lagi, kopi bisa dianter sampai atas! Cucok buat orang yang narsismenya enggak ketulungan kayak aku haha.

Oh iya, Suamiku nyelutuk ke tukang jualnya "Mas, ada kopi asli enggak di sini?" Maklumlah, dia memang pecinta kopi. Enggak mempan kalau kopi sachetan. Dijawab sama Masnya gini "Nanti mas, setelah lebaran baru dateng"

Wow ternyata juga ada kopi tubruk yang bisa kita nikmati. Mungkin kopinya asli pegunungan sini kali ya (sotoy). 


Setelah pesen kopi, kami lalu naik atas, lewat anak tangga. Mamaku yang berumur hampir 60 tahun masih sanggup sih naik tanpa ngos-ngosan. Alya pun sama. Naik sendiri tanpa digandeng. Jadi kesimpulannya, jalan naik ke atas, masih cincay buat kita-kita.


Sampai di atas, takjub banget, karena pemandangannya baguuus! Kota Magelang terlihat jelas. Apalagi kalau kabutnya enggak tebel. Pantesan, orang-orang pada nyari Sunrise. Pastinya kalau pagi bakal kelihatan lebih cakep.

Enggak usah capek-capek subuh buta ke sini, karena Silancur menyediakan homestay dan area camping buat kalian yang pengen ngelihat sunrise. Tapi monmaap, aku lupa tanya rate per malamnya hehe.



Yang jadi perhatian ketika aku di sini, terletak pada kamar mandinya. Gimana ya, selama aku menjelajah wisata alam, aku jarang menemukan kamar mandi yang bersih. Nah, di Silancur beda banget! Kamar mandinya ada 4 which is ini termasuk banyak ya ketimbang wisata lain, terus bersih  dan wangi pula! Bonus, air yang dingin, sedingin udaranya. Love!


Aku enggak bisa berlama-lama di atas, karena tiba-tiba Alya ngak ngek minta makan. Mana snack di mobil semua. Hadeh, mau bolak-balik kok capek. Ya sudah, kami turun ke warung saja bertiga. Mama sama adek-adek masih di atas, foto-fotoan.


Aku pesen indomie telur rebus, buat ganjel doang sih. Eh ternyata bener, baru beberapa suap, anaknya sudah ngantuk. Yo wes, sambil posisi dipangku gitu, anaknya langsung tidur, enggak pakai lama.

Oh iya, karena pas ke sana tuh kemarin hari jum'at, jadi yang cowok-cowok musti sholat jamaah. Orang-orang di sini baik semua. Kami dipinjemin motor buat ke masjid, yang letaknya ada di kampung bawah. Sekitar 3 menitan lah, deket kok. Cuma kalau jalan ya gempor.

Waktu aku nungguin Suami dan adekku jumatan, aku sempet ngobrol sebentar sama Mbaknya yang jaga warung. Silancur ini dikelola oleh perorangan. Sebuah keluarga gitu. Karena melihat kawasannya bagus dan berpotensi, lalu dikembangkan sebagai tempat wisata. Dan herannya, Silancur sudah ada sejak 2017 an lalu. 

Hayoloh, aku kemana saja ya kan? 


Kami nunggu sekitar 1 jam, lumayan buat waktu tidurnya Alya juga. Terus disela-sela nunggu, Mama pesen rerumputan dong sama orang sini. Tanamannya memang bagus-bagus, tinggal pilih ke orangnya, langsung dicariin. Mama kasih uang Rp 20.000 kalau enggak salah, dan itu sudah dapet buanyak! 

Misal kalian pengen kombucha, daun bawang, atau tanaman lain, coba deh, jangan malu buat bertanya dan pesan ke orang sini. Karena pasti dicariin, dan harganya jauh lebih murah.


Aku cuma bisa ambil foto beberapa spot yang menurutku unik. Masih ada sebenernya kayak bunga-bunga, dan spot lain yang ciamik. Cuma sayangnya, aku rempong euy. Mana kami masih harus cus jalan ke wisata selanjutnya. Jadi ya, mohon maaf, cuma ini yang bisa aku abadikan. Enggak apa-apa ya wkwk.



Buat kalian yang tertarik ke sini, bisa lihat mapnya di sini. Sudah GPS friendly, walaupun sinyal muter-muter kadang ada kadang enggak. 

Sebagai saran, misal kalian mau ke sini, jangan lupa bawa jaket dan cari waktu yang pas, kayak pagi sekalian, atau pas sore sekalian. Enggak perlu takut, jalan desa sudah bagus. Kanan kiri juga kampung, bukan yang sepi-sepi amat lah.

Terus kalau bawa anak kecil, usahakan sudah dipakein celana panjang dari rumah. Alya sih sudah terbiasa dingin, tapi kemarin dia lari-larian di tangga terus jatuh dan lebam. Hiks, nyesel kenapa enggak dipakein legging kayak biasanya.

Bawa orang tua juga bisa. Asal masih kuat jalan lho ya. Kalau enggak, cukup tunggu di tempat parkir tadi, yang aku bilang, bakalan jadi rumah makan itu. Di sana pemandangannya juga lumayan bagus kalau cuma buat refreshing.

Mmm apa lagi ya? Ya sudah buruan rencanain ke Silancur, tunggu apa lagi?

You May Also Like

2 komentar

  1. wah jadi pingin ke sini, adem lihatnya

    ReplyDelete
  2. naaah kalo tempat wisata dingin begini aku seneng mbaaa :D. krn memang pecinta dingin. ngekiat yg ijo2 seger, ada kabut sesekali, lbh bisa aku nikmatin dan pasti bikin betah sih :). mudik besok aku k solo, kalo sempet, mau ajakin pak suami mampir main2 kesana deh

    ReplyDelete