MEMPERBAIKI KULIT YANG DEHIDRASI - REVIEW WARDAH SEAWEED PRIMARY SKIN HYDRATING BOOSTER

by - May 22, 2019

Wow, judulnya panjang amat ya sist, macam credit title-nya Avengers. Wkwk.

Biarin deh, karena dalam review kali ini, aku beneran takjub, dan ter-wow sama produk yang akan aku bahas di sini. Keep scrolling sampai habis ya!


Setelah sekian lama memiliki kulit berminyak dan berpori besar, banyak hal mendasar yang sering aku lalaikan. Maksudku begini, selama ini aku meyakini, bahwa penggunaan moisturizer malah justru bisa memicu jerawat dan makin menjadikan kulit kayak tambang minyak. Makanya, sudah cukup lama aku skip penggunaan pelembap, supaya kulit jauh-jauh dari minyak. Dan ya, selama itu pula, aku juga jarang pilah pilih pelembap lagi. Hingga akhirnya tersadar sendiri, kalau sudah timbul kerutan halus, plus wajah yang kadang jadi kering akibat tidak terhidrasi.

Jujur saja, semenjak blog ini aktif, aku sebenarnya lebih tertarik sama hal-hal yang berbau 'beauty'. Agak rancu juga mengingat awal ngaktifin blog setelah lama vakum itu gara-gara ilmu parenting. Tapi ya sudahlah, aku tetap ngikutin kata hati, dan lalu nyemplung jadi seorang beauty blogger. Ternyata, banyak ilmu baru tentang kecantikan yang bikin aku kaget dan mbatin "damn, kemana saja sih aku?" Hahaha.

Salah satu ilmu tersebut adalah: kulit pun bisa dehidrasi. Wah, apa pula ini kulit bisa dehidrasi? Iyes, kulitpun bisa 'haus' loh. Jika selama ini aku menganggap kulitku baik-baik saja tanpa pelembap dan disertai pemakaian produk yang bikin kulit keset, semua itu ternyata salah besar. Kulit kita tuh pinter boss. Dia mengeluarkan minyak berlebih, justru karena asupan kelembapan dan tingkat air pada kulit minim. Alias kulit telah memberikan pertanda kalau butuh perawatan ekstra.

Pertanyaan selanjutnya muncul. Bagaimana ciri kulit yang dehirasi tersebut?

Berbekal pengalamanku nih ya. Saking seringnya mikir kalau aku tuh punya kulit berminyak, jadi aku kebanyakan pilih produk yang ada embel-embel mengurangi minyak. Asal habis cuci muka kelihatan matte, aku pasti ngira kalau produknya cocok. Belum lagi aku pasti tambahin toner, yang kebanyakan toner lokal pasti terdapat kandungan alkohol. Kulitku memang jadi enggak minyakan, tapi kasar dan bersisik. Perawatan dari dalam enggak usah ditanya ya, aku rajin konsumsi air putih 8 gelas sehari, plus makan buah dan sayur. Yakin sih, ini bukan pengaruh apa yang aku konsumsi, melainkan memang faktor kondisi lingkungan, serta perawatan yang salah.

Bayangin deh, berminyak tapi kusam tapi kayak ketarik. Sampai bingung mau ngejelasinnya. Ini kelihatan banget kalau aku lagi cemberut. Sudah deh, muka makin kelihatan enggak ngenakin.

Sekarang logikain saja, kulitku kan berminyak parah ya, bagaimana mungkin bisa timbul kerutan halus kayak keriput, dan kulit malah justru makin sensitif? Kalaupun ada jerawat, modelnya yang gampang ngelopek parah gitu lho. Mungkin karena aku pakai lotion jerawat yang iya sih gampang ngilangin jerawatnya, tapi abis itu area berjerawatnya jadi kering kerontang dan semacam menua. Kadang justru dengan sotoynya aku ekfoliasi pakai peeling yang teksturnya harsh. Makin makin deh sensitif dan perih-perih kemerahan. Karena waktu itu awam, lalu aku pakein pelembap. Benar, area kering berubah kaleman. Cuma ya gitu, makin minyakan. Bingung pokoknya.

SEBERAPA PENTING PRODUK HYDRATING?

Sepele kok. Anggap saja kamu sedang haus, lama enggak minum. Gimana rasanya, lemes kan? Nah, kulitpun juga bisa begitu. Kelihatan sayu dan enggak sehat. Yang berminyak makin berminyak. Yang kering tambah kering. 

Setelah banyak bergabung dengan komunitas beauty, baca-baca tentang kondisi kulit, aku lalu sadar sendiri kalau kulitku ini sudah dehidrasi sejak lama. Perawatannya lebih sulit lho ketimbang yang punya kulit kering. Aku harus mengganti produk-produkku dengan yang sifatnya gentle dan minim kandungan alkohol. Perlu waktu juga ini buat nyobain produk-produk yang cocok.

Lalu aku punya ide buat layering skincare dengan produk yang lebih banyak kandungan airnya. Seperti toner, hydrating booster, essence, baru kemudian ke produk yang teksturnya kental. Yes, enggak tanggung-tanggung deh pakai produk yang cair gini. Boros biarin, yang penting kulit kembali lembap dan sehat.

Yang mau aku ceritain di sini tentu saja si Wardah Seaweed Primary Skin Hydrating Booster. Namanya memang panjang, tapi komposisinya simple, dan justru tepat sasaran.



INGREDIENTS


Aqua, Dipropylene Glycol, Glycereth-26, Methyl Gluceth-20, Glycerin, Sodium PCA, Phenoxyethanol, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Ulva Lactuca Extract, Xanthan Gum, Allantoin, Disodium EDTA, Ethylexyglycerin, Sodium Hyaluronate, Lecithin, Adenosine, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Fragrance, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Trideceth-9, Polysorbate 20 



Ada 3 bahan utama yang bagus buat kulit, yaitu: balancing seaweed extract, hydraboost formula, dan hyaluronic acid. Ini bisa bikin kulit kita lembap dan mudah menerima manfaat skincare yang akan kita pakai setelahnya.

Jadi aku anggap produk ini sebagai kunci dari pemakaian rangkaian skincare.


Oh iya, aku lupa. Packagingnya dari plastik dan tutupnya berbentuk ulir yang mudah dibuka. Terus lubang botolnya cukup kecil dan mudah buat menakarnya. Aku sendiri pakai sehari dua sampai tiga kali, dengan dosis banyak-banyak sampai muka kelihatan habis dicuci hahaha.


Teskturnya cair, tapi langsung terasa lembap. Kalau urusan gampang menyerap, menurutku cukupan saja. Butuh waktu semenit dua menit lah seperti pada umumnya. Yang aku suka, produk ini bener-bener bikin fresh dan kalau dipasangin sama pelembap yang cocok, bakalan terasa lebih enaknya. Terbukti kulitku jadi lebih lembut, kenyal, dan enggak gampang minyakan. Catet, enggak gampang minyakan!

Trust me, aku pergi dari pagi sampai sore, kalau siang kondisi kulit masih aman. Paling kalau abis wudhu harus apply hydrating booster ini lagi plus sunscreen. Sampai sore aman tentram! 


Benar kulitku belum banyak perubahan terutama bagian flek hitam dan pori besar. Tapi hydrating booster bukan buat itu. Bohong kalau aku bilang hydrating booster bisa bikin kulit kempling dalam sekejap. Ia harus disertai skincare lain yang enggak kalah pusing nyari yang cocok. Penggunaan hydrating booster juga harus ditepuk-tepuk dulu supaya meresap. Pokoknya pakai skincare yang berbentuk cair, harus nunggu agak kering baru bisa dipakein skincare selanjutnya. Pantes sih, kalau dandan lama, lha wong pakai skincare saja berlayer-layer, mana harus dikasih jeda hahaha.

Oh iya, untuk  mengurangi flek hitam dan bekas jerawat, aku kasih tips nya saja deh. Sebelum kalian pakai sheet mask, pakai hydrating booster ini. Niscahya segala kebaikan sheet mask favoritmu akan terserap dengan sempurna. Oh iya satu lagi, kalau pakai masker yang bentuknya bubuk atau cream, aku pakai booster ini setelahnya, baru lanjut skincare lain.

Terus katanya, Hydrating Boosternya bisa kamu pakai buat campuran untuk face mist. Aku belum nyoba sih, karena sudah ada face mist lain, dan males nyampur-nyampurin bahan. Kalau ada yang gampang, ngapain kita ribet, ya kan? Hahaha.

Untuk harga sekitar Rp 35.000 yang aku dapetin karena diskon di Guardian, menurutku, Wardah Seaweed Primary Skin Hyrating Booster ini sudah cukup bagus. Mungkin aku belum akan berganti, kalau belum nemu yang lebih baik lagi. 

Sekarang giliran aku yang nanya ya, apakah kamu butuh produk hydrating? Semoga reviewku membantu kalian ya. 

You May Also Like

3 komentar

  1. There is certainly a lot to know about this topic. I really like all of the points you have made.

    https://indevproperty.com/

    ReplyDelete
  2. sheet mask kan fungsinya untuk hydrating kan, kalau dikasih ini jadi makin "becek" gitu ya kulitnya? btw, kalau kulitnya berminyak gimana nih? aman nggak? over hydrating jangan-jangan justru bikin kulit makin keliatan kayak kalang minyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mbak, aku pakai skincare berlayer-layer karena kulitku dehidrasi. Untuk penggunaannya ada jedanya, ditepuk-tepuk dulu, baru setelah agak kering bisa pakai sheet mask. Habis pakai sheet masknya pun juga begitu, setelah selesai, tepuk-tepuk lagi sampai meresap. Selama ini aku enggak pernah over hydrating sih, padahal kulitku berminyak.

      Delete