REVIEW CITRA GREENTEA ANTI ACNE - MOISTURIZER

by - August 29, 2019

Sudah hampir separuh jar pemakaian selama kurang lebih sebulan, kira-kira kalau ini disebut review, bakalan cukup meyakinkan enggak sih? Hehehe. Well, sebetulnya aku beli Citra Greentea ini karena kebingungan nyari moisturizer ketika sudah di Swalayan. Awalnya mau nyari merek E****, karena ngerasa susah move on sama sunscreen-nya. tapi kok ya pas enggak ada. 

So, berbekal "ya sudah deh yang ini saja", akhirnya aku memilih Citra Greentea Anti Acne tanpa paksaan dari pihak manapun, walaupun sampai rumah baru ngeh juga, "lho kok tadi ambil ini kenapa sih ya" T.T

Baiklah, kita mulai saja reviewnya ya.


Intermezzo dikit deh. Biar dirasa enggak nyesel-nyesel amat beli, aku dulu pernah kok pakai produknya Citra, lengkapnya Citra Hazeline. Aku inget, waktu SMP-SMA sekitar awal 2000 an, merek hazeline snow sempet nge-hits di kalangan anak-anak muda sebayaku. Hazeline banyak dijual di toko-toko kecantikan, dengan tutup seng dan kemasan jar. Banyak sih yang mengaku cocok. Namun yang bikin bingung, ada beberapa temen yang mengatakan, kalau yang paling nampol adalah Hazeline Malaysia. Kemasannya pakai kaca, bukan plastik. 

Kalau zaman sekarang sih gampang ya, order online banyak pilihannya. Lha kalau zaman dulu? Aku pernah beberapa kali ngedapetin di Magelang, tepatnya di Toko Obat Waras. Enggak tahu deh kenapa bisa sampai sana, yang jelas Toko Obat Waras memang terkenal jual segala macam obat, dari kutil sampai jerawat. Nah, tapi, walaupun di sana jual, kita harus jelasin kalau yang mau dibeli Hazeline Malaysia, bukan yang Hazeline biasa. Mungkin karena persediaannya sedikit dan demand-nya banyak, jadi penjual kasih yang stock banyak dulu. Baru kemudian akan memberikan yang kita maksud ketika sudah pasti tahu bedanya.

Lantas bagaimana perbedaan Hazeline Snow dengan Hazeline Malaysia? Percaya enggak percaya, yang Hazeline Malaysia lebih lembut, gampang meresap, dan enggak terlalu medok di kulit wajah. Saat itu, kulitku sempet sedang cakep-cakepnya, hingga kemudian setelah sekian lama, produk tersebut hilang di pasaran Magelang. Bwaaar!!!

Back to now. Aku pernah kaget sih ketika Citra, entah kolaborasi, entah bagi profit (apa sih namanya) sama Hazeline. Karena yang aku tahu, Citra ini kan identik sama body lotion mangirnya, jadi kalau misal bikin untuk kulit wajah, pastinya akan melakukan segala riset dan sudah bagus menggaet yang  punya nama duluan. Apalagi Hazeline sudah terkenal sejak lama, rata-rata anak muda di daerah juga pada suka.

Eits, aku ngomong gini berdasarkan bukti apa? Tenang, kalian-kalian yang tinggal di kota besar bisa dengan bangganya pamer sama produk korea, AHA BHA, centela, atau apalah yang sedang nge-hits, tapi di Swalayan dekat tempatku tinggal, Citra selalu berganti tanpa nunggu berdebu. Maksudnya, Citra sudah punya pasarnya.

Contohnya ya aku ini. Membeli Citra Hazeline mungkin karena kepepet enggak ada produk lain. Dengan embel-embel bagus untuk jerawat, dan bisa menyamarkan noda hitam, siapa sih yang enggak pengen? Yaaa.. walaupun dalam hati bilang, "duh, kayaknya di wajah bakalan bedak banget deh", sambil nginget-inget.

Nah, bagaimana hasilnya, mending aku bahas ingredients-nya dulu saja ya.
 
INGREDIENTS

Water, stearic acid, niacinamide, glycerin, isopropyl myristate, ethylhexyl methoxycinnamate, titanium dioxide, cetyl alcohol, dimethicone, potassium hydroxide, butyl methoxydibenzoylmethane, camellia sinensis leaf extract, thymol, terpineol, salicylic acid, perfume, tocopheryl acetate, sodium ascorbyl phospate, phenoxyethanol, methylparaben, allantoin, propylparaben, aluminum hydroxide, disodium EDTA, pyridoxine HCI, butylene glycol, BHT, zinc oxide, cyclotetrasiloxane, cyclopentasiloxane.

Niacinamide berada di urutan ketiga dalam list ingredients. Bahan ini merupakan jenis vitamin B yang terdiri dari gabungan vitamin B3 dan nicotinic acid. Berfungsi untuk mengatur produksi minyak alami, menghidrasi, meningkatkan imunitas kulit, mengatasi masalah hiperpigmentasi, serta konon mampu mengatasi kerutan di wajah. Sounds like komplit memang. Tapi buat meyakinkan, marilah kita coba dan semoga foto-fotonya representatif ya!


KONDISI KULIT

Saat ini, kulit wajahku masih banyak jerawat dan bopeng lumayan banyak di pipi kanan. Kalau di foto gini memang enggak terlalu kelihatan, tapi beneran, ketika kalian ketemu langsung sama aku, bakalan kelihatan secara nyata geradakannya.

Selama aku pakai Citra, aku enggak mengubah skincare lain, semisal first cleanser, toner, peeling, sampai masker. Oh iya, aku lupa. Pas lebaran Idul Fitri kemarin, aku sempat break out parah gara-gara foundation yang enggak cocok, dan cukup lama aku betulin kulitku lagi. Termasuk mengganti skincare yang berlayer-layer dengan skincare yang sangat basic. Aku selalu memberlakukan hal ini sih kalau tiba-tiba jerawatan parah. Biar dikata balik dari awal karena hanya pakai milk cleanser, face wash, toner, moisturizer, tapi itu justru jauh lebih mending daripada aku terus-terusin yang berlayer-layer. Karena siapa tahu ada ingredients yang enggak cocok dipadupadankan, dan kok ya aku enggak ahli soal bahan-bahan ini, so, solusinya cuma itu, back to basic.

Kondisi wajahku berangsur membaik karena aku kasih asupan jus tomat, atau konsumsi tomat terus tiap pagi like crazy. Jangan tanya rasanya, tapi khasiatnya yang beneran ikut berpartisipasi menumpas jerawat secara cepat. Lalu soal kulit yang dehidrasi gimana? Kan aku cuma pakai toner, enggak pakai essence atau hydrating lagi? Yas, karena aku rajin minum air putih yang buanyaaak, dan makan yang sehat, jadi asupan tersebut menurutku cukup terpenuhi dari dalam.

Sekarang pertanyaannya, apakah moisturizer ini cocok dan bekerja bagus di kulitku yang sudah cukup mendingan ini? Masih ada sih beruntusan di jidat dan di pipi sewaktu mau pakai. Surely, aku berkali-kali pesimis dan sempat mau menghentikan pemakaian loh. Tapi aku cegah, karena sesuai prinsipku, kalau masih bisa dipakai kenapa harus dibuang? Kan sayang! Maka, aku makin meniatkan agar bisa menghabiskan satu jar.


TEKSTUR

Sudah seperti dugaan, teksturnya kental dan padat. Dulu waktu masih muda, pas pakai Hazeline Snow, kondisi kulitku kan berminyak banget, jadi kerasa cocok. Apalagi dulu habis pakai moisturizer langsung cus sekolah tanpa mikirin sunscreen. Hasilnya wajah seperti fresh dan sudah kayak bedakan.

But now, memasuki kepala 3, jelas kondisi kulit berubah banyak. Ada beberapa bagian yang mengering, kekurangan air/dehidrasi, dan pelan-pelan terlihat garis halus di mata. Nah lho! Mau enggak mundur gimana coba!

Oh iya aku lupa, aku juga pakai Face Washnya sekalian karena dalam petunjuknya dibilang lebih bagus diimbangi dengan pemakaian Face Wash Citra Greentea. Biar produknya bekerja optimal. For me, it's just like a joke, karena ya ampun beneran, face washnya bikin kulit muka keset dan kayak ketarik. Iya sih, minyak kelihatan enggak ada, dan bahkan terlihat lebih cerah. Tapi kan kalau jerawatan, justru kita butuh yang pembersih wajah yang gentle ya, biar kulit enggak makin iritasi. Mana ketambahan moisturizer Citra yang juga bertekstur keset pula. Apa enggak makin dead matte?

Aku menghentikan pemakaian face washnya setelah seminggu pakai, dan ngerasa "halah, pakai yang biasanya juga enggak ada bedanya. Malah mending face washku sebelumnya karena kulit kerasa kenyal". Sorry if it hurts, yet it's true!


RESULT

Aku pakai moisturizer Citra Greentea Anti Acne sehari dua kali. Pemakaian awal jelas enggak suka karena susah banget diratain. Kalau terkena pori-pori yang besar, teksturnya ini akan masuk ke dalam pori-pori dan bikin kayak ada putih-putih ndemplong gitu di wajah. Ngerti enggak sih? T.T

Terus di bagian bopeng, saking susahnya ngebaurin, teksturnya kayak bradil, eh apa ya bahasa Indonesianya? Pokoknya kalau dioles terus, bakal seperti peeling gitu loh, yang kemudian ada butiran kecil berjatuhan. 

Awal pemakaian, aku sempat langsung lanjut pakai sunscreen tanpa menunggu kering. Begitu ditemplok sunscreen sebagai bagian akhir skincare, hancur sudah tekstur di wajah. Demek demek tuh jadinya.

Pemakaian kedua, aku jeda 5 menit, ternyata tekstur Citra Greentea lama-lama malah sudah kayak bedakan. Dan ketika ditemplokkin sunscreen, jadi hilang. Hmmm yang bener gimana ini kaaan?!!

Aku pernah baca di forum kecantikan, ada yang bilang kalau oil contolnya kurang bagus. Padahal kurang bagus dimana coba? Semuke-muke minyak ilang semueeee! 

Buat meyakinkan saja, di bawah ini aku sudah pakai Citra Greentea tanpa ada tambahan apa-apa lagi. Sudah kelihatan banget kan 'efek bedaknya'?


Terus kenapa fotonya ketawa? Pertama, karena biar kelihatan cantique. Yang kedua, karena ternyata, Citra Greentea bisa menyamarkan noda kemerahan. Gimana nih, kok jadi bimbang begini bambang?

Nah, untuk jerawat besar-besar, masih sering bermunculan. Di kulitku, Citra Greentea enggak bisa mencegah jerawat seperti klaimnya, namun bisa mengeringkan, mempercepat proses tumbuhnya jerawat, dan bisa menyamarkan noda hitam. Ini yang aku paling suka loh. Noda hitam dan kemerahan di wajahku bisa pelan-pelan pudar, padahal ya enggak expect macem-macem.


Itulah kenapa sejauh ini masih mau aku pertahankan. Mungkin kalau enggak ada efeknya sama sekali, tinggal aku hibahkan. Tapi kok ya ada tuh khasiatnya. Nah, gimana cara ngakalinnya untuk pemakaian sehari-hari?

Pagi hari aku tetap pakai sunscreen sebanyak dua ruas jari. Aku kasih jeda 5-7 menit, setelah memakai Citra Greentea Anti Acne ini. Walaupun efek mattenya jadi lumayan hilang, tapi justru itu aku jadi bagus ketika bedakan. Iya, bedak juga berfungsi untuk nge-set tekstur yang kocar-kacir mau gimana bentuknya. Hehehe.

Sekian review kali ini, semoga membantu ya. Kalau kalian yang suka efek matte kayak gini, jaminan bakal seneng. Tapi kalau kalian suka tampilang glowing natural, mending jangan deh. Aku pertahanin pakai ini saja karena bisa memudarkan bekas jerawat. Sementara untuk bikin riasan glowing aku tetap andalin make up glow seperti cushion dan setting spray. Besok kalau isi jarnya habis, may be aku enggak akan beli lagi. Sebelumnya aku punya pelembap yang lebih murce dan cocok soalnya.

Well, it's up to you mau suka yang mana. Yang penting, skincare atau make up bisa menjadi kebahagiaan kita. Ya kan? Haha.

You May Also Like

0 komentar