MEMULAI HIDUP SEHAT KEMBALI

by - February 05, 2018

Begini lho. Aku ini punya bakat asma sejak kecil, otomatis lebih gampang sesak nafas. Apalagi kalo alergennya kumat, misalnya pas stress atau kena udara yang enggak bersahabat seperti debu dan asap. Rasanya, paru-paruku begitu susah untuk menghirup oksigen. Trus jantung juga berdetak lebih kencang. Mau tarik nafas aja, susahnya bukan main. Cuma ya enggak sampai butuh alat bantu juga sih. Ya, bagi penderita asma, ini masih tergolong ringan.

Selain itu, aku juga punya penyakit darah rendah. Setiap periksa lewat tensimeter, tekanan darahku termasuk golongan yang dibawah standar. Pernah ya, waktu mau Kuliah Kerja Nyata, aku hampir enggak dibolehin, dengan alasan tensinya rendah. Padahal emang selalu rendah, tapi jarang sih yang namanya pingsan.


Enggak banyak orang tahu soal penyakitku ini. Karena menurutku, emang bukan hal yang penting banget. Baik aku maupun orang lain, enggak merasa terganggu akibat asma ini. Paling kalau ada orang merokok di sebelahku, aku agak bergeser dikit aja. Asapnya bikin uhuk.

Dulu, untuk mengatasinya, aku melakukan olahraga renang tiap minggu. Mama sih yang tadinya maksa masukin les. Biar badanku bagus dan banyak gerak katanya. Sayang kan masih muda tapi energinya terbuang sia-sia.

Penyakit asma sendiri perlahan bias seiring dengan bertambahnya usia. Kambuh kambuhan lebih tepatnya. Kadang bahkan sama sekali enggak merasa bahwa aku punya bakat asma. Anehnya, enggak tahu kenapa, kok pas kerja, i just feel better. Padahal aku dikelilingi perokok berat juga lho.

Dari segi kekuatan fisik, bekerja berat seperti pergi pagi pulang malam, aku masih cukup sanggup. Menurutku pribadi, dengan bekerja aku jadi terlatih untuk bergerak. Walaupun itu bikin ngos-ngos-an, tapi justru malah bagus. Trus dulu pas masih pacaran sama Mas Suami, aku sering diajakin ke pantai. Hawa pantai kan bagus tuh buat pernafasan.

Sedangkan untuk penyakit darah rendah, lalu aku sadari bahwa ini emang kayak kodratnya gitu aja. Lha gimana, orang segitu terus tensinya. Udah berusaha buat makan minum bergizi dan olahraga, tapi tensinya tetep rendah. Paling pas hamil, tensinya malah justru standar normal. Bingung kan. Sama. Hahaha.

Waktu hamil aku rajin jalan kaki tiap hari dan senam tiap minggu. Diajarin inhale exhale, tapi enggak dipraktekkin mah sama aja bo'ong. Aku enggak telaten yoga, padahal nafasku kan pendek ya. Jadi ini mungkin salah satu penyebab aku melahirkan caesar juga. So sad.

Oke. Itu sekilas tentang penyakit asma dan darah rendahku. Udah aku bilang kan kalo penyakitnya kambuh-kambuhan. Abis melahirkan itu aku juga sering sesak nafas. Kira-kira aku bertahan seperti itu sampai Alya berumur setahun. Mungkin karena stress sih. Aku enggak mencoba ke dokter apa, takut malah disuruh ini itu jatuhnya enggak cocok. Mau olahraga, tapi perut bekas caesar semacam belum mendukung. Solusinya ya, banyakin istirahat dan minum air putih yang banyak.

Setelah lama enggak merasa sesak nafas, kira-kira sebulan lalu aku kambuh lagi. Langsung mikir donk, ini enggak boleh berlarut-larut. Apalagi sekarang aku bekerja, malah kadang keluar kota pula. Makanya, aku mulai berpikir, bagaimana cara biar hidupku setidaknya lebih normal.

Kebetulan pula, tetanggaku depan ini salah urat. Entah karena apa. Nah, aku ingat juga, dulu sebelum nikah, pernah juga kayak gini. Ada otot yang terpelintir, letaknya di tengah antara dada dan punggung. Dekat sama entok-entok kalo orang jawa bilang. Sempat drama karena dikira penyakit jantung oleh sebuah RSUD. Lalu ganti dokter dan ternyata, kecetit. Penanganannya, aku difosioterapi, diajarin beberapa gerakan seperti senam dan yoga. Ini pengaruh besar ternyata. Tetanggaku ini, mengalami hal yang sama. Harus difisioterapi juga.

Sip. Makin mantep aku memutuskan hidup sehat.

Mana aku sering mantengin instastory teambachdim pula! Ya donk, aku jadi punya keinginan hidup lebih sehat. Ditambah pas baca-baca soal asma dan darah rendah, nyasarnya ke penyakit jantung. Auk takut.

Udahlah ya, anggap saja ini sentilan biar aku segera olahraga. Tidak ada kata menunda lagi. Pokoknya harus! Namun, memulai hidup sehat itu gampang gampang susah. Biasanya diawali dengan niat tapi berakhir sebagai wacana doank. Iya apa iya? LOL.

Mungkin, kalau bukan karena sudah terserang penyakit, olahraga bakal cuma geeerrr di awal saja. Tapi yaaah, memang harus ada cambuk untuk memulai sih ya. Jadi, tepat seminggu kemarin, aku memulai olahraga. Enggak tanggung-tanggung, aku lakukan rutin tiap pagi. Dikarenakan cuaca yang tidak menentu, akhirnya aku memutuskan untuk olahraga di rumah saja. Kan ada banyak pilihan tuh. Tinggal buka youtube dan cocokin saja yang sreg. Tutorial kesehatan beragam ditampilkan. Nah, trus disesuaiin deh sama kebutuhan.

Sempat bingung karena saking banyaknya pilihan, termasuk Fitness Vlognya si Jennifer Bachdim. Sumpah ya, bodinya emang bikin iri. Tapi ketika lihat caranya dan pas prakteknya, aku langsung angkat tangan. Enggak bisa bayangin duluan, kan sudah lama enggak olahraga. Masak langsung yang berat-berat. Huhuhu.

So, berikut ini video-video yang sempat aku praktekkan selama seminggu ini. Barangkali ada yang mau mencoba juga, aku jamin deh, enggak langsung bikin encok. Video berikut aku pilah pilih yang ringan dan bertahap. Lets check it out.

CARDIO
Hari pertama sampai ketiga, aku memilih senam cardio selama 30 menit. Gerakannya lumayan gampang sih buat aku yang amatiran. Trus juga step by step, tidak yang bikin capek mendadak. Awal mencoba, aku cepet keringetannya. Padahal cuma 30 menit lho ini. Hehehe.


ZUMBA
Hari ketiga sudah mulai nggaya. Maklum lah ya, kan jarang tuh aku bisa telaten gerak ginian. Jadi aku merasa, dalam tahap ini, aku sudah termasuk yang sudah kuat dengan komitmen hidup sehat. Yaelah baru tiga hari. Hahaha.

Baiklah, zumbanya juga bukan yang heboh ya. Lagi-lagi aku pilih yang for beginners. Ini asik juga gerakannya, ala anak muda gitu. Gampang juga prakteknya.


Cuma, karena namanya aja untuk pemula ya, durasinya emang super pendek, tidak lebih dari 5 menit. Bagiku, gerakan 3 hari kemarin sudah cukup bikin otot lemesan dikit. Trus aku tambahin deh gerakan lagi. Lumayan random yang aku pilih.


Ini juga.


Video-video tersebut, aku lakukan rutin hingga hari ke 6. Di sini, kakiku sudah mulai terasa encok karena mulai gerak yang mengecilkan perut kan. Hahaha, ternyata tertarik juga membentuk badan supaya lebih kencang.

Hari ke enam dan ketujuh, aku tambahkan lagi squat dan yoga. Ceileeeh gaya bener ya.



Untuk yoga-nya, aku sengaja latihan yang berdiri. Menurut pengalamanku pribadi, setelah rutin berolahraga, apabila terdapat gerakan yang terlalu ekstrim, kepalaku langsung kunang-kunang. Ini bukan karena olahraga sih sebenarnya, aku sering kok merasa kayak gini. Ini karena penyakitku tadi, yaitu darah rendah. Jadi ya...monmaaf, kalo posisi tidur mau bangun, aku pasti ancang-ancang dulu.


Jadi, demi totalitas menjaga kesehatan, ini ritual yang aku lakukan tiap harinya:
1. Olahraga rutin tiap pagi.
2. Makan buah dan sayur dengan porsi yang lebih banyak ketimbang karbohidrat atau protein.
3. Maskeran setiap malam.
4. Minum lebih banyak air putih.
5. Tidak tidur siang dan menghindari tidur larut malam.

Bukan cuma kerasa di badan doank lho, bahkan aku merasakan beberapa manfaat dari menjaga kesehatan.

SESAK NAFASKU MULAI BERKURANG
Goals awal emang mengurangi sesak nafas doank kok. Baru seminggu ini, tapi hasilnya lumayan lah. Kalo yang hilang sih belum. Mungkin kalo udah agak lama baru yang kerasa benar-benar beda. 

Kalo biasanya aku gampang merasa sumpek di rumah, kali ini agak mendingan. Yang penting udara juga mendukung. Di samping rumahku ini lagi dibangun rumah, debu dan kotoran pasti lebih banyak donk ya. Akibat olahraga rutin ini, gangguan nafas ini mulai berangsur pulih.

AKU JADI JARANG TINDIHAN
Maaf ya pakai bahasa jawa, aku enggak tahu bahasa indonesianya yang benar. Hehehe. Aku lupa cerita yang bagian tindihan ini. Abis...selalu disangkutin sama hal-hal mistis kan males. Penyakit ini kayaknya turunan juga deh, dari nenekku. Beliau sering banget pas tidur terus mengigau kayak minta tolong buat dibangunin gitu. Aku kan dulu sering tidur sama nenek, jadi tahu banget.

Enggak disangka, ternyata aku nuruninnya. Tindihan itu terjadi kalo aku kecapekan, panas dalam, dan cuaca kurang bersahabat. Berbekal pengalaman pribadi, ini karena dua penyakit tadi, yaitu asma plus darah rendah. 

FYI, sakit banget lho pas tindihan. Kita posisi tidur, tapi kayak ada yang nekan. Pengen bangun tapi susah banget. Kalo pas aku kecil, cara mengatasinya, ya gerakin kaki dulu atau gigit bibir, abis itu langsung deh bangun. Nah, pas udah nikah, suamiku yang setia langsung bangunin aku posisi tidur. Padahal juga posisi itu bikin migrain. Dari bangun langsung duduk kan bisa bikin aku kunang-kunang.

Sekarang, ini jauuuh lebih mendingan. Jarang banget. Lupa deh terakhir kapan. Semoga enggak kambuh lagi ya.

ENERGIKU TIDAK GAMPANG TERKURAS
Namanya juga udah emak-emak, bedalah pas masih muda. Haha, akui aja. Kerjaan emang makin bertambah sejak punya anak, tapi umur enggak bisa menipu ya. Mau ngapain aja kayaknya kok gampang ngos-ngosan.

Setelah rutin olahraga, aku lumayan takjub juga ini, energiku malah stabil. Enggak yang gampang sakit dan gampang capek gitu, yang ada, aku jadi makin kuat beraktivitas seharian. Mungkin karena badan terbiasa bergerak kali ya.

WAJAH KELIHATAN SEGAR
Yang ini juga tidak kusangka tidak kuduga. Perubahan yang cukup signifikan kalo ini mah. Wajahku yang tadinya gampang jerawatan, kini berubah. Seminggu ini malah hampir enggak ada jerawat yang besar. Aaaak syukak!

Aku notice di hari ketiga sih ini. Trus aku imbangin lagi sama maskeran tiap hari. Maskerannya selang seling, tidak boleh samaan produk maupun jenis biar kulit tidak gampang jenuh dan kebal.

Setelah aku palajari, keringat yang bercucuran itu bener-bener dibutuhkan lho. Racun dari kotoran di dalam tubuh bisa keluar bersamaan dengan keringat. Termasuk yang dari wajah kita. Kotoran enggak jadi minyak tersumbat yang menjadikan wajah berjerawat. Makanya, kalo keringetan itu bagus. Enggak heran kalo wajah juga lebih sehat dan segar kan?

AKU TIDAK BUTUH KOPI BIAR TIDAK GAMPANG TERKANTUK
Lagi-lagi aku lupa cerita, dulu aku juga sempat asam lambung. Lupa awalnya bagaimana, yang jelas gara-gara maag. Trus jadi enggak bisa minum kopi. Baru abis lahiran aja nekat minum kopi. Karena menurut pengalaman temen, minum kopi itu sebaiknya abis makan dan kenyang. Jadi asam lambungnya enggak kumat.

Ini terbukti sih. Dan bikin aku jadi peminum kopi lagi. Abis suka sih ya. Tapi masalahnya, aku kadang lupa, apalagi pas kerja. Minum kan jadi seadanya wae.

Dengan olahraga, aku heboh sendiri. Karena aku jadi enggak ngantukan haha. Tadinya mah kalo ngantuk kan minum kopi gitu. Trus kandungan gula dan kafein bikin kita melek. Jadi enggak ngantuk itu sama dengan minum kopi. Bingung sih, sugesti atau bukan.

Yang penting mah, abis ini kalo misal pengen minum kopi ya minum aja. Enggak perlu nunggu pas ngantuk aja. Orang enggak minum kopi aja aku engga gampang ngantuk. Ya kan? Anyway aku malah jadi bingung sendiri sama penjelasan barusan. Hahaha.

Soal perubahan badan, jelas belum terlihat lah. Orang baru semingguan ini. Mungkin kalo udah setahun baru kerasa Jennifer Bachdimnya. Well, well, well, aku sadar kok. Maka PR nya adalah:
Konsistensi!
Yaampun susah emang.
Bingung juga besok misal ke luar kota dalam waktu yang lama. Mungkin aku kudu siap video olahraga ringan di handphone dan laptop. Jadi bisa nyuri waktu buat olahraga. Aku sudah diwanti-wanti sama suamiku juga, kalo misal kita udah rutin olahraga, begitu kita berhenti, badan malah jadi enggak karuan.

Sungguh PR besar ini. Akupun juga enggak mau olahraga cuma rutin di awal doank. Jangan sampai kita sakit dulu baru mau hidup sehat. Enggak mau ah nanti kalo terlambat. Berabe!

Semoga rutinitasku ini bisa berlanjut terus hingga tua nanti ya. Amiin amiiin.

Maaf ya ceritanya kepanjangan. Kalo ada yang mau nambahin atau mau cerita, dengan sangat senang hari aku tunggu di kolom komentar. Juga aku menunggu kalo ada yang sharing olahraga yang bisa aku coba.

Makasih banyak.
Love.

You May Also Like

14 komentar

  1. Jd inget sudah lama aku gak olahraga, klo aku kecapean langsung sakit tp ini faktor umur kayaknya hehehe. Udah waktunya gerakin badan lg kayaknya, nt dicoba deh nonto youtube jg, praktis ya skrg gak kepikiran aku hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Dimulai dari yang ringan dulu yuk :)

      Delete
  2. wah alhamdulilah ya kak diberikan kesehatan.. ia kak harus dijaga dari segi makanan ya kak dan harus rajin olahraga juga ya ka. Semoga kaka sehat selalu ya kakak.. dan selalu hdup sehat tanpa kopi yaa !

    ReplyDelete
  3. Salut mba, saya belum bisa (belum punya niat) untuk hidup sehat begini. Apalagi busui bawaan pengen nyemil mulu. Semoga sehat selalu ya mba yosa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya mbak. Pas aku menyusui juga sering udah capek duluan itu. Hehehe. Semangat ya mbak, semoga mbak juga sehat selalu :)

      Delete
  4. aku juga lagi berjuang nih buat sehat, apalagi rutin olahraga

    ReplyDelete
  5. hadeh, olahraga saya sekarang adalah sibuk mondar mandir ngurusin anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dulu pas alya seneng jalan juga sering mondar mandir kok hehe

      Delete
  6. Menjaga kebugaran denGan berolah raga. Lanjutken...

    ReplyDelete
  7. mba yosa salam kenal yaaaa. Wah iri banget sama program menuju sehatmu. Kalo aku ya sampe detik ini bolak balik cuma sebatas niatan doang, praktiknya nol blas hiks hiks hiks... Duh sampe kapan ya kemalasan ini terjadi padaku :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo salam kenal juga mbak imelda. Soalnya gara-gara sakit sesak nafas ini mbak, jadi rajin olahraga hehe

      Delete

INSTAGRAM