3 HAL YANG HARUS DIPIKIRKAN SEBELUM SELFIE

by - February 08, 2017

Geliat tren foto selfie makin hari makin jadi. Dengan kamera ponsel yang tinggal jepret dan aplikasi pendukung yang kadang lebih banyak lebaynya, sama-sama menawarkan hasil foto bak selebrita. Didukung pula dengan sosial media, tinggal upload, kolom komen dan tombol like jadi sasaran utama.
Sebelum selfie, ada baiknya memikirkan 3 hal ini:
1. Faedah Selfie
Ini salah satu selfie keren yang pernah saya lihat:
Jonathan Keller melakukan selfie selama 16 tahun. Dia menyebut ini sekadar dokumentasi agar tahu perubahan wajahnya dari hari ke hari.




Image source: thecreator

Rasa ingin selfie pasti dipelopori oleh para wanita atau pria berwajah kece yang memenuhi diri di akun mereka. Merasa ingin cantik juga, dengan bantuan sulap aplikasi edit foto gratis, wajah jadi serba sempurna. Alis bisa ditebelin, mata bisa dibelo’in, lengan bisa dikecilin, apa lagi? Btw, nanti tolong kasih tau, kalo ada aplikasi biar gigi rata bagai marshanda, saya mau juga ah!
Kecuali kalo njenengan Ariel Tatum, foto duck face adalah harom! WAK?
Gini lho, Public Figure punya alasan kuat buat selfie, lha kalo saya yang solfa selfi? Instagram saya penuh foto kepala miring kanan miring kiri? Bisa-bisa temen saya males lalu unfollow lalu ngga mau nyapa lalu utangnya ngga dibayar. EH. Kalo foto setengah badan saya memenuhi timeline mereka tiap hari? Duh men, apa ngga kasihan? Mereka pasti mules yekaaan...
Lets say: Duck face is so last year!
Blogger maupun vlogger pun pasti menggunakan selfie dengan bijak, misalnya selfie hasil belajar make up atau selfie hasil review produk. Saya yakin mereka akan seperlunya selfie, mereka juga udah terkenal kali booowk. Mereka pasti menggunakan selfie dengan bijak dan perlu berhati hati jika memasangnya di dunia maya.
Jadi sebelum selfie, lebih baik kita bertanya pada diri sendiri: “Apa manfaatnya selfie?”

2. Ada yang tersembunyi dibalik foto diri
Ketika saya pernah selfie, Mas Suami bilang gini: “Yang kamu ngga usah selfiepun udah cantik”
Dalem ya gombalannya? Trus apa hubungannya? Jadi sist, selfie itu bikin kita menyembunyikan sesuatu yang kita anggap itu kekurangan. Misalnya, bibir kita ditipis-tipisin biar kelihatan manis, dagu kita dipanjang-panjangin biar kayak Catchy Sharon, mata kita dibulet-buletin biar laris kayak bakso. Mungkin maksudnya orang betah lama-lama lihat foto kita. Ya kali ya?
Saya pernah sih, menawari casting beberapa orang lewat menjelajahi situs jejaring sosial. Beberapa selfie merekalah yang sering bikin saya tertipu. Ya kali sampai ada segitunya orang yang menghapus tahi lalatnya difoto. Ketika dia datang dan memperkenalkan diri, tiba-tiba kami freeze beberapa detik, shock dan ngga nyangka dengan perbedaannya. Dikira kalo lolos casting dapet peran, trus tahi lalatnya bisa ditutup sama dempul, atau diplester kayak film Warkop DKI, atau diblur kotak-kotak kayak sensor? DUH DAGELAN.
Please kalo mau self branding, tanamkan dibenak kamu:
“I dont like selfie, i have self photographer”

3. Krisis Percaya diri
Dengan kepalsuan dari selfie yang sudah saya jabarkan sedikit di atas, kira-kira masih ngga berpikir selfie adalah pamer? Saya rasa tidak! Selfie justru merupakan sebuah krisis percaya diri. Melihat foto yang ‘nampak ayu’ merupakan hasil dari membohongi diri sendiri. Duh gile ini bahasanya. Etapi serius donk, saya juga pernah begitu. Senyum senyum sendiri ngelihat hasil foto yang mulus lus tanpa jerawat.
Sampe ada temen saya bilang gini: “Yos, kamu fotogenik ya...”
Ada lagi yang blak blak-an ngomong: “Kamu kalo difoto cantik ya?”
Kan kampret! Dari hari itu juga saya merasa bersalah pada muka saya sendiri. Rasanya sedih, dengan kemampuan memegang kamera henpon dan tau posisi terbaik saya sendiri, saya pun menyimpulkan, selfie adalah pas foto yang tidak formal.
Ukurannya close up variatif. Anglenya bisa dari mana aja, yang paling populer tentu high angle. Kalo perlu se high-high nya deh, biar mukanya kelihatan kempot dengan belahan dada mengintip. 
Apapun backgroundnya, pose tetep sama, entah itu salam dua jari, salam metal, sampai tangan memegang dagu, HMMM SUDAH KUDUGA
Terakhir dari saya, sudah sudah... jangan terlalu banyak selfie, milikilah foto yang keren dan bikin orang lain iri. Narsis diri harus dibekali ilmu supaya ngga bikin orang lain males. Kalo mau foto-foto diri keren, suruh orang lain motret-in. Bikin orang lain seneng sama konsep foto kamu. Siapa tau lho, kamu dilirik jadi model, atau mau jadi pengarah gaya? Siapa tau juga didaulat jadi fashion stylist?

Nah, beberapa selfie terkeren ada di sini:
When it comes to International Space Station astronaut Aki Hoshide’s perfectly reflected Earth-space selfie, Buzzfeed reporter Andrew Kaczynski said it best when he tweeted, “There are selfies, and then, well there are selfies.” We definitely think this falls into the latter category.

Jadi kalo kita mau selfie pastikan diri kita dalam keadaan siap dicaci. Jangan berlebihan menipu diri. 

You May Also Like

0 komentar

INSTAGRAM