PAGI DI SAMBISARI

by - February 17, 2017

Dengan dalih “Mama butuh piknik”, Mas Suami buru-buru ngerogoh koceknya biar saya bisa upload foto dan nulis setates jalan-jalan. Padahal jaraknya cuma seuprit jari dari kontrakan lama dan pernah ke sini pula. Alasan lainnya supaya Alya juga senang dan bisa ngajarin anak mengenal sejarah. 



WISATA KE CANDI SAMBISARI
Ke Candi? Ngapaen?
Eits guys, belum tahu ya, kalo situs-situs candi sekarang semakin dikelola dengan baik?
Saya sempat kaget waktu ngajakin Alya ke sini, Candi Sambisari dipadati oleh pengunjung baik lokal maupun turis mancanegara. Sekitar tahun 2015, saya sering lho boncengan pake vespa melewati kawasan ini, waktu itu masih lumayan sepi, mungkin namanya belum tersohor.
Dengan luas sekitar 48 meter x 50 meter, candi ini di tata apik, bersih dan cantik. Jadi bisa dipastikan kamu bakal foto di sini, upload dan kasih caption: “Quality time di Candi with my bestie” NGOK


Pengunjung biasanya memadati area ini pagi ataupun sore hari. Kalo Sambisari jadi terkenal ya wajar, saya aja sekali upload foto jalan-jalan di sini banyak yang pengen kok.
Candi Sambisari adalah salah satu warisan Hindu yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra. Seorang petani tidak sengaja menemukan candi ini ketika sedang mencangkul sawah, hingga kemudian dilakukan penelitian oleh Dinas Purbakala. Tertimbun 6,5 meter di bawah tanah oleh material abu vulkanik merapi, membutuhkan sekitar 21 tahun untuk merekonstruksi candi yang sering disebut sebagai kuil bawah tanah ini.
Candi sambisari terletak di kawasan Sleman, tepatnya di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kalasan. Dengan suasana yang teduh dan bersih, komplek candi dikenal ramah anak. Kayak Alya yang excited sama bangunan Candi tapi dijelasin tetep ngga mudeng. DOENK.


Untuk bisa masuk ke dalam wisata Candi Sambisari, turis domestik cukup membayar Rp 5.000,- dan turis mancanegara Rp 10.000,-. Parkirannya pun rapi, motor dan mobil dipisah dan berjajar teratur.



Jalan berpaving stone dengan dikelilingi rumput dan tanaman yang asri membuat wisatawan betah dan melakukan foto di setiap sudut Candi. Lalu kita akan melewati jalan turun dengan anak tangga yang terbuat dari bebatuan.




Kami datang ke Candi ini pagi sekitar jam 8. Cuaca cerah setelah semalam Jogja diguyur hujan, jadi pas banget langitnya biru terang. Beberapa bus wisata nampak memenuhi parkiran dan seperti biasa, turis-turis lokal lebih antusias berfoto ketimbang mengerti sejarahnya. 
*kayaklutauajayos


Kalo mau ke sini, biasanya menggunakan transportasi pribadi, tour wisata atau layanan jasa ojek. Btw, saya bakal lebih sering ajak Alya jalan ke tempat-tempat bersejarah. Biar nanti dia bangga dilahirkan di sini, di sleman. WIH.

You May Also Like

0 komentar

INSTAGRAM