BELAJAR IKHLAS LEWAT PEMBERIAN ASI

by - March 16, 2017



Kalo disuruh jabarin prestasi apa yang pernah kamu capai? Saya akan jawab salah satunya adalah memberikan anak ASI eksklusif. Lho kok bangga? Woiya donk. Memberikan ASI itu ngga serta merta buka kemeja, clep, sedot, gitu aja. Di balik pemberian ASI inilah yang saya sering sebut perjuangan. Yes, saya hampir berhasil nih, selama 2 tahun berjuang melawan ego dan meleburkan sifat ngga sabaran menjadi sebuah kata ikhlas.
Sebuah komitmen untuk konsisten dalam memberikan ASI, sudah tercetus sejak saya mengandung. Tuh Suami saya yang paling semangat kalo udah urusan ASI, walopun kami sempat mendapatkan drama di awal Alya lahir. Semua orang tahu saya pernah menderita Post Partum Depresion dan mastitis yang sempat menyebabkan saya hilang kendali. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk memberikan bayi saya susu lain. No! ASI saya melimpah. Bahkan saya ingat, di umur 2 bulan, bobot Alya mencapai 6,1 kg. Sebuah angka bombastis untuk ukuran bayi perempuan dan angkanya benar-benar mendekati kurva obesitas. Tapi saya tetap tenang, anak ASI mana ada yang obesitas? Yeay!
Alya itu tingkat nenennya udah dalam tingkat addicted. Kalo dia bisa ngisi biodata, saya yakin, kolom hobby and interest adalah nenen. Dan saya adalah Working Mom at Home, yang memilih menjadi freelancer sejak Alya lahir. Jadi, mengasuh Alya itu tugas utama. Inilah keistimewaan buat saya. Bekerja sambil mengasuh anak itu capeknya ruaaarr biasa. Banyak hal yang saya rela korbankan, banyak makian ketika saya memilih bekerja di rumah, tapi lebih banyak juga pujian yang menyemangatkan.
Ketika asik mengetik dan mood udah terjaga tapi Alya minta nenen, saya bakalan lambat dan disambut tangisan sendunya. Waktu meeting sama temen dan hampir mencapai kesimpulan, Alyapun ngga segan untuk merengek nyariin susunya.  Bisa dipastikan hal ini tentu merepotkan dan ngga jarang bikin partner kerja mau ngga mau memahami. Maklumlah, Alya ngga ngedot. Jadi ya, cuma nenen pelipur laranya. Dan berkali-kali itu pula lah, saya dibikin mengeluh dan nyaris stress. God bless me, saya bisa melakukan kewajiban tersebut secara bersamaan. Buktinya, bulan ini Alya sudah menginjak umur 24 bulan.
Nah, ini ada beberapa tips dari saya agar ASI tetap lancar:
  • Berpikir positif
Menyusui adalah interaksi terdalam yang dilakukan oleh Ibu dan anak. Jauhkan pikiran dari hal-hal negatif. Membelai, mencium dengan lembut dan memberikan sentuhan kecil membuat buah hati merasa nyaman sekaligus aman. Anak akan menjadi pribadi yang selalu dekat dengan kita.
  • Minta dukungan utama dari suami dan keluarga
Sebagai seorang Ibu, tak jarang kita merasa capek, mengeluh pusing atau mungkin menyimpan rasa sakit. Itu dikarenakan pekerjaan yang dirasa berat, dikerjaan secara bersamaan dan kurangnya komunikasi antar keluarga. Kalo ibu stress, pasti akan berpengaruh dengan ASInya. Dukungan positif akan sangat meringankan beban yang Ibu rasakan.
  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang
Sebelum kita mengkonsumsi makanan, ada baiknya diteliti dulu efek untuk si kecil. Karena beberapa bayi akan memberikan respon ketika tidak cocok dengan apa yang Ibu konsumsi. Usahakan mengkonsumsi gizi yang baik dan seimbang agar ASI semakin bagus. Jika perlu konsumsi booster ASI supaya kebutuhan anak terpenuhi.

Saya sempat mencoba susu menyusui disaat merasa ASI berkurang. Seminggu setelah rutin mengkonsumsi susu tersebut, ASI saya nampak biasa aja dan perubahan yang paling mencolok adalah jerawat sukses meradang di pipi saya. Ngga pikir lama, segera saya hentikan mengkonsumsinya.



Hasil rekomendasi teman dan googling booster ASI yang asik dan terbukti berkhasiat adalah ASI BOOSTER TEA. Buat yang ngga cocok konsumsi susu menyusui, coba deh produk ini. Dari dulu saya sih love banget sama teh. Mengkonsumsi teh panas kalo lagi puyeng sama kerjaan bikin saya relax dan pikiran tenang. Nah, moment menyusui ini ngga lantas bikin saya berhenti minum teh donk. Apalagi Asi Booster Tea bikinnya gampang, mau enak tinggal campur gula atau creamer.
ASI Booster Tea merupakan minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% hanya dalam waktu 24 Jam. Keunggulannya adalah:
  • Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24-72 jam
  • 100% herbal yang aman untuk ibu dan bayi
  • Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
  • Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui
Mengapa Asi Booster Tea bisa lebih unggul dari pelancar asi lainnya?
Karena Asi Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan asi sekaligus benar-benar aman bagi ibu & bayinya.
Adapun komposisi Asi Booster Tea sebagai berikut :
ASI booster Tea (walaupun tanpa kandungan daun teh) adalah sebuah suplemen penambah ASI yang terbuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS, Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda.

Cara membuatnya gampang banget, bisa dilihat di video ini:



Asik banget kan elemennya. Saya mah udah buktiin khasiatnya. Jadi sekarang ngga perlu kata tidak donk buat memberi ASI untuk si buah hati. Karena ASI itu beribu manfaat bagi bayi maupun Ibunya sendiri. Saya sih pilih beli Asi Booster Tea ketimbang beli susu formula. Ehehehe.

Mau kepo produknya duluan boleh, silahkan buka:
Webnya 
ASI BOOSTER TEA 
NAKIBU

Instagram

@asiboostertea

Facebook 

Pejuang Asi II
Fanpage : Best Bunda

Fiuh.... ternyata udah mau 2 tahun aja Alya menemani saya kemana aja. Di saat inilah yang membuat saya menyadari bahwa akan ada yang kurang nantinya. Bakalan rindu rengekan manjanya, sentuhan tangan kecil yang memijit lengan saya ketika nenen, mendekap badan dan mencium keningnya sesuka hati saya. Ah, saya jadi mellow drama gini. Emang benar ya, ketika menyapih, keikhlasan bukan cuma di anak, tapi bahkan juga di Ibunya. Ya, ikhlas memberi, ikhlas mengasihi, ikhlas menerima hak dan ikhlas memenuhi kewajiban. Jadi, menyusui bagi saya adalah proses belajar. 

Apapun yang akan terjadi, kami harus sama-sama siap. Yang terpenting, saya sudah melakukan salah satu kewajiban saya menjadi seorang Ibu. Terimakasih Alya, karena hadirmu, Mama jadi semakin paham arti sebuah keikhlasan.

You May Also Like

0 komentar

INSTAGRAM