AM I TAUREAN?

by - December 03, 2018

Boro-boro mikirin soal zodiak, sampai detik ini saja aku masih enggak paham sama sifatku sendiri kok. Zodiak bagiku bukan sebuah patokan pasti. Gimana ya, masa' apa-apa kudu bergantung sama zodiak sih. Rempong amat.

Dari dulu, aku memang enggak bisa seserius itu menyikapi zodiak, justru malah kadang jadi lucu-lucuan saja, Mana taurus lambangnya banteng pula, not so me at all loh, kenapa enggak hamster yang cute gitu coba.

Nah ya kan, ngacau senengannya.

FYI saja nih, aku punya sifat moody yang enggak jelas, kadang baik, kadang bawel, kadang edan, kadang santun. Jadi, misal direpresentasikan ke dalam sebuah zodiak, i am not sure that i am taurean.


Aku inget banget, circa 2001 awal waktu SMA, pernah ada kakak kelas yang nggebet aku sampai sebegitu annoyingnya. Buat beberapa orang lazim kalik yah, cuma buat aku -yang so anak Papa banget dan papa itu galak banget you knowmoment tersebut jadi super nyebelin. Kakak kelasku sampai cari tahu segala sesuatu tentangku, mulai dari warna favorit, musik yang aku dengerin, papa mama kerja apa, sampai hal yang paling enggak masuk diakal: zodiak kita cocok apa enggak.

Kalau enggak salah inget, zodiak ku sama si kakak kelas enggak cocok. Nah, mungkin dia ngerasa enggak puas, lalu beralih ke primbon. Dicocok-cocokin tanggal lahir, weton jawa, warna kulit, karakteristik bentuk muka, lha ini PDKT apa mau siapin nikahan sih. Kayak yakin 100 persen sudah jodoh saja. Heran juga.

Entah gimana ceritanya, yang jelas aku enggak mau terima dan enggak mau dipaksa. Mau dikata zodiak cocok, ramalan klop, weton jawa pas, kalau enggak suka ya tetep enggak suka. Case closed, si kakak kelas agak enggak terima dan berubah jadi benci.

Beneran deh, pengalaman soal zodiak kok ya enggak enak betul. Dari zodiak, nanti pasti berlanjut ke ramalan.

Pernah lagi nih, waktu masih SMA juga. Ceritanya aku lagi nunggu sambil baca majalah gitu. Tiba-tiba ada seorang cewek duduk di sebelahku persis. Mbaknya terlihat sedih sambil bawa tissue. Beberapa saat kemudian, tahu enggak dia tanya apa? "Dek, maaf. Lihatin zodiak virgo dong"

I was like orang bloon dan awkward banget. Lalu langsung aku bacain tuh zodiak virgo dengan keras. Kalau enggak salah inget, soal cinta memang sedang diuji dan disuruh ninggalin pacar atau gimana gitu.

Ha kok pas! Apa enggak mampus ngelihat Mbaknya ini ngampet nangis sambil sesunggukan sendiri. Mau aku tenangin, lha aku ini siapa. Mau aku kasih tahu, kok aku nih enggak lebih besar. Mau aku tinggal kok nanti dikira yang enggak-enggak. Jadi waktu itu dengan segala kopolosanku, aku bilang saja "Yang sabar ya mbak. Aku mau pulang dulu".

via GIPHY

Gini saja deh, biar enggak penasaran, aku kasih tahu -yang katanya- sifat orang taurus. Taurus dikenal sebagai orang yang penyayang, kalem, lembut, penuh perhatian, romantis, tenang, sabar, tapi kalau sekali marah bisa berapi-api. Mengingat sifatku yang asal jeplak begini, sudah dipastikan berbeda banget. Aku bukan orang yang kalem, bukan juga orang yang sabar. Kalau kata Suamiku, aku tuh lebih grusa-grusu, ceplas-ceplos, dan gampang ngegas.

Jadi yang mungkin agak relate, aku memang bisa jadi orang yang super perhatian tapi aku juga tegas dan enggak bertele-tele. Life won't wait kan ya.

Beralih soal percintaan. Beberapa artikel bilang, Taurus itu pecinta terbaik diantara bintang lainnya. Lah kata siapa? Orang-orang taurus sendiri kalik ya. T.T

Taurus memiliki sifat posesif, setia, keras kepala, materialistis, tapi penyayang dan bisa mendorong pasangannya supaya berkembang. Sisi buruknya Taurus gampang cemburuan, dan sisi baiknya, Taurus asik layaknya teman. Ini juga banyak yang berbeda. Aku fleksibel banget kalau sudah menyangkut kesenengan pasangan. Gampangnya begini, aku saja kadang lantang menyuarakan me time, masa' aku juga melarang pasanganku sendiri sih. Kan enggak adil.

Yang cukup masuk akal bagiku mungkin di bagian keras kepala. Sejak brojol sampai tua segini susah banget loh ilanginnya. Kadang kalau sudah ngeyel, Suamiku prefer diam. Karena diam saja kadang salah apalagi jawab. Wah ya bisa berabe.

Aku sendiri sadar kok, kalau aku nih keras kepala. Apalagi kalau lagi marah, rasanya enggak bisa mikir jernih lagi. Paling nanti kalau sudah agak reda dan ada efek buruknya, baru kadang nyesel, tadi kenapa bisa begini begitu ya. Padahal enak juga kan kalau ngomong baik-baik. Sadar kok, sadar. Aku lagi berusaha mengubahnya, yaaah walaupun enggak tahu kapan bisa praktekkinnya.


via GIPHY

Di bagian persahabatan, Taurus konon punya banyak teman dekat, karena sifatnya yang jujur dan bisa memberikan nasehat. Aku enggak tahu ya kalau masalah pertemanan, yang jelas, aku enggak punya temen yang deket banget. Semua aku anggap temen tanpa embel-embel ini deket, itu jauh. Selama aku yes, oke masih mau temenan, kans nya sama. Males man! Sudah tua kok repot sama genk.

Kalau mau dikulik lagi, masih ada kok bagian lain seperti karir, kesehatan, pernikahan, dan lain sebagainya. Banyak juga ya, aku sampai enggak sanggup baca. Rasanya malah kayak situ tahu semua tentangku apa. Hahaha.




Simple logicnya begini. Aku enggak mau sebuah sistem mengatur hidupku. Jauh di dalam lubuk hati, aku lebih percaya bahwa aku bisa mengambil keputusan tanpa meminta saran orang. Yaaah... walaupun keputusan yang aku ambil seringnya memang enggak masuk diakal. Seenggaknya, aku belajar dari situ. 

Bagiku, ramalan hanya berlaku ketika membicarakan yang baik-baik saja, tapi kalau lagi tampak apes, ya enggak usah dipercaya. Wow, saran yang indah bukan? Ya intinya gitu saja sih, enggak perlu dibikin pusing. Anggap saja yang sisi jelek buat jaga-jaga semata.

Aku sendiri lebih percaya proses sebab akibat. Apa yang kita tuai, itulah hasil dari apa yang kita tanam. Soalnya nanti, kalau kita cenderung percaya sama ramalan, secara enggak langsung akan membuat alam bawah sadar kita mengikuti instruksi sesuai dengan apa yang sudah dituliskan. Lah kalau sudah begini, apa fungsi kita diberi akal sehat buat memutuskan sesuatu. Memercayai diri sendiri lebih penting supaya kita menjadi lebih berani. Dan ingat, keberanian membuat kita berpikir untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat.


Beneran deh, selama bisa dibikin fun, ngapain kudu repot mikir ramalan.
Okey, aku bukannya mau menyalahkan zodiak. Aku yakin sekali kok bahwa ilmu perbintangan itu dibuat dengan banyak riset.
Nah, buat menyeimbangkan saja deh ya, biar enggak dikira kontra-kontra amat. Salah satu hal yang bikin aku setuju bahwa aku berzodiak Taurus, tidak lain tidak bukan, adalah karena aku se-zodiak sama Adele, Megan Fox, dan David Beckham. Hmmm sepantaran bukan?Sudah ya, nanti lama-lama aku malah becanda terus ini soalnya. Hahaha.


#BloggerPerempuan
#BPN30dayChallenge2018
#day 14

You May Also Like

0 komentar