THE REASON WHY I AM BLOGGING

by - April 13, 2021

Seperti yang sudah-sudah, aku tuh selalu yakin kalau hidup kayak roller coaster. Baru minggu kemarin aku ngeluh duit habis bis buat bayar ina inu, cuma bisanya makan nasi telor kecap, tapi di minggu ini, alhamdulillah bisa enak nulis sambil minum kopi lengkap sama donatnya. Jujur sebenernya pengen deh lahir sudah dalam keadaan stabil, lurus-lurus wae, dan berkecukupan. Misal punya orang tua kompak, pengen les hobby diturutin, kuliah lancar, langsung kerja, bisa nabung beli mobil beli rumah, sampai dimodalin usaha. But in fact, tiap manusia jalannya kan memang berbeda. Aku enggak bisa milih lahir di mana, enggak bisa milih lahir di keluarga siapa, tapi proses inilah yang akan membentuk manusia menjadi apa adanya diri mereka. Kita bisa memilih jalan hidup kita, kalau kita mampu, berani, dan berusaha.

Yes, aku salah satunya. Kalau kalian sudah sering baca blog ini, selain review product dan ngomongin beauty, aku juga sering berkeluh kesah tentang apa saja di hidupku. Kadang soal hidup, kerjaan, sampai parenting. Even in real life I have lotsa friends, a great-little family, but sometimes I need time to be alone. Waktu gadis sih cincay ya, kalau pas malam tiba, sampai kost bisa sejenak rebahan sambil dengerin musik lewat headset. Atau bisa juga naek motor enggak tahu kemana sambil nyanyi-nyanyi sendiri. Atau pas weekend seharian perawatan sendiri, terus nonton film sambil ngemil dan rebahan. Nah, kalau sudah punya anak gini, rasanya kok waktuku sudah padet det! Bisa sih rebahan bentar, dan sering juga aku bangun kesiangan karena malam begadang. Tapi enggak senikmat itu, sist. Baru saja mau luluran, anak gedor pintu minta makan. Baru pijet spa, mama telpon katanya Alya bosan. Baru nonton tiga perempat Avengers berduaan sama Suami di bioskop, Alya nelpon katanya kelamaan. Ya masa aku skip scene Iron Man wafat sih, kan nanggung. T.T

Jadi, aku memutuskan tiap melakukan sesuatu yang berkaitan dengan diri sendiri alias me time, aku sebut juga sebagai aktivitas yang kudu menghasilkan, termasuk: BLOGGING. Di bawah, aku akan cerita, awal mula, bagaimana aku bisa memanage waktu, proses ngeblog, dan perkembangan blog ini hingga sekarang.


Tahun 2010, aku membuat blog via blogspot ini sebagai tempat untuk keluh kesah dan berpuisi-puisi ria. Yah tahu sendiri lah, kebanyakan anak labil umur 24 an yang baru bekerja, tingkat sotoynya tinggi, sensitif, sok-sok idealis. Maklum lah, aku baru punya power ketika kerja sendiri. Aku punya uang sendiri means I have my own freedom. 

Aku banyak nulis puisi-puisi dari pengalaman sehari-hariku yang memang keras sih, Lur! Tiap hari aku syuting dari pagi jam 8 sampai jam 12 malam. Pulang kost cuma istirahat doang. Sudah gitu di luar sana banyak yang bilang kalau kerjaanku kurang bonafide, enggak ada passion, dan cuma main untungnya saja. Pendek kata, aku tuh salah satu korban kapitalisme, dan dicap sebagai buruh TV. Sakit loh sebenernya. Padahal aku kerja ya boro-boro aku mikir idealisme atau passionku dulu, Aku sudah bisa makan sendiri dan bebas dari beban orang tuaku, aku sudah proud! Kalau dibilang mending enggak makan ketimbang harus makan dari bentuk jeratan kapitalis, ya kamu dulu saja. Aku enggak mau mati enggak berguna ketimbang ngomong doang. Aku maunya ya aku kerja, aku dapat uang, tapi di sisi lain aku juga sering berkarya. Kamu enggak tahu kan, aku dulu sering ikut pameran? Modalnya dari mana? Ya salah satunya aku bekerja.

Beberapa amukan dan kejengkelanku itu seringnya aku tuliskan ke dalam bentuk satire. Dibilang wah muluk-muluk, wah sok-sok-an, tapi yang namanya orang julid ya julid saja. Apa-apa yang aku lakukan kan pasti dianggap salah. Makanya, ketika aku menulis di blog, aku ngerasa ini rumahku, don't messed up with me. Aku enggak ganggu kamu loh, enggak juga nyenggol, kok masih saja disindir. Capek sist!

Then, aku skip menulis blog karena ngerasa insecure lagi. Aku lalu banyak membagikan foto-foto pas jalan-jalan sama Mas Didit, tapi aku ganti platform yang lebih easy ketimbang blogspot, yaitu TUMBLR. My bad, harusnya aku tetap mempertahankan posting di blog ini saja karena aku Tumblr-ku jadi hilang. T.T Padahal foto-fotoku sangat artsy, dan aku bikin grading kayak filter-filter zaman sekarang. Huf, kalau inget nyesel.

Aku lalu angot-angotan nulis di tahun 2013-2017. Dari aku sibuk kerja freelance, bikin produk kecantikan ala-ala organik, menikah, lalu punya anak. Selama itu pula aku babak belur karena ternyata habis menikah juga masalah makin banyak. Menikahnya sih enak, happy, aku juga kompak dan saling mengenal. Tapi itu masih kurang. Hal-hal lain sangat banyak ditemui dan unpredictable, contohnya Post Partum Depression.


Ini adalah titik balik kehidupanku yang sesungguhnya. Waktu aku lahiran, aku mendadak harus caesar. Habis caesar aku mastitis, dan bersamaan dengan itu kerjaan freelance ku enggak kepegang. Aku banyak menolak job karena efek saking caesar itu enggak sebentar, ditambah aku depresi. Aku lelah cuy! Banyak pikiran, sumpek di rumah, tapi enggak bisa kerja.

Aku enggak menyangka akan sedramatik itu, karena aku biasa handle masalah sejak kecil. Yang tadinya aku cuek, enggak jadiin sesuatu menjadi masalah besar, dan chill, waktu itu berubah 180 derajat! Aku super mellow, tiap hari bawaannya nangis, dan ada rasa ketakutan luar biasa. Namun di titik inilah, yang menjadikan aku suatu saat bisa berubah menjadi diriku yang sebaik-baiknya.

Hingga akhirnya, ketika Alya beranjak 8 bulanan, aku menuliskan ceritaku via facebook, kemudian direspon banyak betul para ibu-ibu yang senasib. Aku kaget bukan main. Banyak yang nge-DM aku dan support walaupun belum kenal. Terus karena pengen tulisanku ini pengen lebih dibaca banyak orang, aku lalu menuliskannya di blog lain, yang tadinya mau aku rintis sebagai blog curhatan ibu-ibu, tidak terbatas pada personal aku saja. Di situ pertemananku bertambah dan aku girang! 

Oh iya, waktu aku jobless, aku tuh sebenarnya sudah jalin link sama beberapa teman, apply lowongan (dan iyes tentunya beberapa kali ditolak dengan alasan butuh yang statusnya single), sampai bikin proposal film ke beberapa dinas. Kebetulan, dan mungkin ini jalan tepat dari Tuhan, karena waktu aku mulai berniat menulis lagi di blog, tawaran menulis naskah dan skenario berdatangan. Waktu itu tawarannya memang belum banyak, tapi lumayan buat nambah uang jajan. Yang tadinya duit suami cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kini bisa merasakan lagi nikmatnya jajan di cafe.

Blog ini tadinya mau aku fungsikan sebagai portofolio pekerjaan naskah, tapi lama-lama aku tertarik sharing apa saja, termasuk kehidupan sehari-hari, parenting, sampai beauty. Aku inget kok, waktu itu cuma punya hand and body lotion sama lulur, tapi aku berani bikin blog post produknya haha. Bener-bener seadanya. Terus karena pengen belajar profesional, aku bergabung ke komunitas Blogger Perempuan, dan komunitas lainnya. Nah, di sinilah aku mulai mengenal beberapa blogger lain yang ternyata sama semangatnya. Kalau dibilang perempuan saling menjatuhkan, di sini lah aku menemukan yang berbeda. Inget juga banget in real life memang sering disindir sesama perempuan juga gara-gara parenting atau pola mengasuh anak atau aturan rumah tangga yang berbeda, tapi di beberapa komunitas ini sangat sebaliknya. Aku jadi enggak takut berekspresi, menuliskan uneg-uneh, sampai memamerkan beberapa karya. Nah, di sini aku baru sadar akan penting-nya personal branding.

Semakin ke sini, aku semakin percaya diri menunjukkan jati diriku yang sebenarnya. Aku masih suka pakai kaos dan jeans, aku tetap mengejar karir, walaupun aku sudah punya keluarga. Namun sejujurnya beberapa tahun lalu aku masih agak enggak sreg dengan predikat blogger, karena tujuan utamaku adalah scriptwriter. Tapi justru makin ke sini, blog makin menghantarkanku pada tawaran-tawaran yang enggak aku kira sebelumnya. Aku beberapa kali dapat cuan dari sini, dapat tawaran nulis artikel yang ternyata harganya setara dengan aku nulis skenario. What the heck ya kan. Yang tadinya aku underestimate, ternyata aku salah kaprah. Aku bisa cari cuan with my own hustle, tanpa harus ada rasa keterpaksaan. Kalau ada yang bilang, "ah yosa ngomongin beauty terus, kayak ngerti aja". Atau, "heleh... memangnya menghasilkan. Mbok mending menekuni nulis skrip aja, fokus ke passion".

Aku sekarang bisa menjawab semua pertanyaan. Bahwa ternyata passion pun bisa berubah seiring proses kehidupan, dan kita bisa loh punya ketertarikan lebih dari satu pilihan doang!

At this point, I am proud of my job as a script writer and blogger, no matter what the say.

#BloggerPerempuan
#BPN30dayRamadanBlogChallenge2021
#day 2

You May Also Like

0 komentar